Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Addin Jauharudin Resmi Jadi Komisaris Independen BSI Usai Lolos OJK, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Ali Sodiqin • Selasa, 17 Maret 2026 | 15:08 WIB

Addin Jauharudin resmi jadi Komisaris Independen BSI usai lolos OJK. Simak profil, karier, dan rekam jejak Ketua GP Ansor ini.
Addin Jauharudin resmi jadi Komisaris Independen BSI usai lolos OJK. Simak profil, karier, dan rekam jejak Ketua GP Ansor ini.

RADARBANYUWANGI.ID - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, resmi menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).

Penetapan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan dinyatakan lolos uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penunjukan Addin sebagai bagian dari jajaran dewan komisaris BSI efektif berlaku mulai 11 Maret 2026.

Hal ini sebagaimana disampaikan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi kepada publik.

“Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK menerangkan bahwa OJK menyetujui Addin Jauharudin menjadi Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk,” tulis manajemen BSI dalam keterangan resminya.

Persetujuan tersebut merujuk pada surat OJK nomor SR-215/PB.13/2026 tertanggal 6 Maret 2026 terkait hasil penilaian kemampuan dan kepatutan atas calon komisaris independen.

Tindak Lanjut Keputusan RUPST 2025

Pengangkatan Addin sejatinya merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang digelar pada 16 Mei 2025.

Dalam forum tersebut, pemegang saham telah menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, termasuk posisi komisaris independen.

Manajemen BSI menegaskan bahwa penambahan komisaris independen ini tidak berdampak terhadap operasional perusahaan.

“Tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen.

Dengan demikian, perubahan susunan dewan komisaris ini lebih bersifat penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) tanpa mengganggu kinerja bisnis yang sedang berjalan.

Rekam Jejak Panjang di BUMN

Addin Jauharudin dikenal sebagai profesional yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang pengawasan perusahaan, khususnya di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

Sebelum bergabung di BSI, pria kelahiran Cirebon tahun 1980 ini pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di sejumlah perusahaan strategis.

Ia tercatat pernah menjadi Komisaris Independen PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada periode 2023 hingga 2025. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi tersebut pada 20 Mei 2025.

Sebelumnya, Addin juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pos Indonesia (Persero) selama periode 2018 hingga 2023.

Tak hanya itu, pada periode lebih awal, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen PT Garam (Persero) dari tahun 2014 hingga 2018.

Pengalaman panjang tersebut menjadikan Addin sebagai salah satu figur yang berpengalaman dalam pengawasan korporasi, khususnya di sektor BUMN.

Aktif di Organisasi dan Ekonomi Syariah

Selain berkiprah di dunia korporasi, Addin juga aktif dalam organisasi kepemudaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum PP GP Ansor untuk periode 2024–2029.

Peran tersebut menunjukkan kiprahnya tidak hanya di sektor bisnis, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia dan kepemudaan.

Di bidang ekonomi syariah, Addin juga memiliki pengalaman strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Produk Halal di Masyarakat Ekonomi Syariah pada periode 2021 hingga 2023.

Selain itu, ia juga aktif di sektor koperasi sebagai Koordinator Pengawas KSP Daya Inspirasi Bangsa pada periode 2020 hingga 2025.

Latar Belakang Pendidikan

Dari sisi akademik, Addin memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, khususnya di bidang manajemen dan keislaman.

Ia meraih gelar doktor (S3) di Universitas Brawijaya pada tahun 2019 dengan konsentrasi Manajemen Strategis.

Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen (S2) di Universitas Trisakti pada tahun 2016.

Adapun pendidikan sarjana (S1) ditempuh di Institut Agama Islam Al-Aqidah dengan jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyah pada tahun 1998.

Perkuat Tata Kelola BSI

Penunjukan Addin sebagai Komisaris Independen diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik di tubuh BSI.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus berupaya meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme melalui penguatan struktur manajemen dan pengawasan.

Dengan pengalaman yang dimiliki, Addin diharapkan mampu memberikan kontribusi strategis dalam menjaga kinerja serta mendorong pertumbuhan bisnis syariah nasional ke depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Komisaris Independen BSI #gp ansor #Addin Jauharudin #bank syariah indonesia #OJK #Komisaris BSI #profil Addin Jauharudin