RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali menggelar program mudik Lebaran gratis tahun 2026 dengan memberangkatkan lebih dari 16 ribu pemudik dari Jakarta dan sekitarnya. Pelepasan peserta dilakukan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Senin (16/3/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung melepas keberangkatan ratusan bus yang mengangkut para pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa jumlah armada tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Hari ini kami bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah serta berbagai stakeholder melepas pemudik. Ada sekitar 325 bus yang kita siapkan untuk mengangkut hampir 16.870 warga yang akan mudik ke Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Jawa Tengah yang merantau, khususnya di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Selain membantu mobilitas, program ini juga bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi pekerja sektor informal.
Luthfi menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. “Mereka ini adalah pekerja informal yang berjuang di perantauan. Negara harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka pulang kampung,” katanya.
Para peserta program ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengemudi ojek online, pedagang kaki lima, pekerja warteg, pembantu rumah tangga, kuli bangunan, hingga mahasiswa. Seluruhnya difasilitasi agar dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Selain menyediakan 325 unit bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan moda transportasi tambahan berupa kereta api gratis. “Besok juga sudah kami siapkan tujuh gerbong kereta api gratis untuk masyarakat yang akan pulang kampung,” ucap Luthfi.
Peningkatan jumlah armada dibanding tahun sebelumnya—yang hanya sekitar 270 bus—menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap program ini. Pemerintah pun terus melakukan penyesuaian agar pelayanan semakin optimal.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi yang disediakan pemerintah daerah. Sistem ini dinilai memudahkan masyarakat dalam mengakses program sekaligus memastikan distribusi peserta berjalan tertib.
“Pendaftaran sudah dilakukan secara online melalui aplikasi. Semua sudah diatur melalui sistem yang jelas,” tambahnya.
Tak hanya berorientasi pada aspek sosial, program mudik gratis ini juga diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi di daerah. Arus balik pemudik dinilai akan membawa dampak positif terhadap perputaran uang dan aktivitas ekonomi lokal.
“Selain bersilaturahmi, ada juga perputaran orang, barang dan uang di daerah yang tentu akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutur Luthfi.
Acara pelepasan turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, perwakilan DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.
Editor : Lugas Rumpakaadi