Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Operasi Ketupat Semeru 2026: Satlantas Polresta Banyuwangi Perketat Pengawasan Truk Menuju Pelabuhan Ketapang

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 17 Maret 2026 | 08:30 WIB

Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi memperketat pengawasan truk yang beroperasi selama Ops Ketupat Semeru 2026 di Pelabuhan Ketapang, Senin (16/3).
Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi memperketat pengawasan truk yang beroperasi selama Ops Ketupat Semeru 2026 di Pelabuhan Ketapang, Senin (16/3).

RADARBANYUWANGI.IDSatlantas Polresta Banyuwangi mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Salah satu fokus utama pengamanan adalah pengawasan kendaraan angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga yang melintas menuju Pelabuhan Ketapang, jalur utama penyeberangan menuju Bali.

Koordinasi dengan Polres Penyangga

Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, Satlantas Polresta Banyuwangi memperkuat koordinasi dengan sejumlah kepolisian daerah penyangga.

Photo
Photo

Beberapa wilayah yang dilibatkan dalam koordinasi tersebut antara lain Situbondo, Jember, serta Jembrana.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi I Gusti Bagus Krisna Fuady menjelaskan koordinasi ini bertujuan agar pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang dilakukan secara terpadu sejak dari daerah asal hingga menuju Banyuwangi.

“Koordinasi dilakukan agar setiap polres di wilayah yang dilalui kendaraan angkutan barang turut melakukan pengecekan muatan maupun kelengkapan dokumen kendaraan,” ujarnya.

Cegah Pelanggaran Truk Overload

Dengan sistem pengawasan yang dilakukan secara berlapis, kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang diharapkan sudah memenuhi seluruh ketentuan sebelum tiba di kawasan pelabuhan.

Langkah ini juga diharapkan mampu meminimalkan berbagai pelanggaran, terutama kendaraan dengan muatan berlebih atau dokumen kendaraan yang tidak lengkap.

“Harapannya kendaraan yang menuju pelabuhan sudah sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan kendala di lapangan,” jelas Krisna.

Sosialisasi Pembatasan Operasional

Selain pengawasan langsung, Satlantas Polresta Banyuwangi juga melakukan sosialisasi terkait aturan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.

Sosialisasi tersebut dilakukan dengan membagikan brosur kepada polres penyangga serta para pengusaha transportasi logistik.

Langkah ini bertujuan agar para pelaku usaha angkutan barang dapat menyesuaikan jadwal operasional kendaraan mereka sesuai dengan aturan yang berlaku selama periode mudik Lebaran.

Siapkan 16 Buffer Zone

Sebagai bagian dari strategi pengaturan lalu lintas, kepolisian juga menyiapkan 16 titik buffer zone di sejumlah lokasi di Banyuwangi.

Buffer zone tersebut berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara bagi kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas sebelum menuju pelabuhan.

Dengan adanya lokasi penampungan ini, kendaraan truk tidak langsung memasuki jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang sehingga dapat mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.

“Buffer zone ini digunakan sebagai tempat menunggu sementara sebelum kendaraan diizinkan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan sesuai jadwal operasional,” ungkap Krisna.

Pemeriksaan Truk di Kawasan Pelabuhan

Tak hanya menyiapkan lokasi penampungan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap truk yang hendak memasuki kawasan Pelabuhan Ketapang.

Pemeriksaan dilakukan terhadap muatan kendaraan, kelengkapan dokumen kendaraan, serta dokumen pengemudi.

Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan ketat terhadap arus kendaraan logistik yang menuju pelabuhan selama Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Tujuannya agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman sesuai tagline Operasi Ketupat, yaitu Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tegasnya.

ASDP Optimalkan Operasional Kapal

Di sisi lain, kepadatan kendaraan di wilayah Pelabuhan Gilimanuk terus diupayakan untuk diurai oleh berbagai pihak.

Operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kepolisian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya melakukan berbagai langkah percepatan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan pihaknya telah menerapkan sejumlah strategi untuk mengurai antrean kendaraan sejak Minggu.

Langkah tersebut antara lain dengan menambah operasi kapal serta menerapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).

“Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” ujarnya.

Antrean Masih Capai 20 Kilometer

Hingga sore hari, pola TBB masih diterapkan pada dermaga LCM dengan tiga kapal yang beroperasi secara bergantian.

Dalam pola ini, kapal yang tiba di pelabuhan langsung melakukan proses bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru.

Langkah tersebut memungkinkan siklus pelayaran menjadi lebih cepat sehingga jumlah kendaraan yang diangkut bisa meningkat.

Meski demikian, antrean kendaraan masih terpantau cukup panjang.

Berdasarkan laporan di lapangan pada pukul 17.00 WITA, ekor antrean kendaraan masih mencapai kawasan Desa Tuwed, tepatnya di sekitar kantor perbekel.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

“Komposisi kendaraan yang mendominasi antrean saat ini adalah kendaraan logistik dan mobil pribadi,” kata Windy.

Dengan berbagai langkah pengaturan lalu lintas dan optimalisasi operasional kapal, diharapkan arus kendaraan di jalur penyeberangan Selat Bali dapat kembali lancar sehingga perjalanan mudik masyarakat berlangsung lebih aman dan nyaman. (rio/fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#truk sumbu 3 #pelabuhan ketapang #operasi ketupat semeru #polresta banyuwangi