RADARBANYUWANGI.ID - Arus mudik Lebaran dari Bali menuju Jawa kembali diwarnai kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Antrean kendaraan yang mengular membuat perjalanan pemudik berubah menjadi pengalaman melelahkan yang bahkan disebut sebagai “mudik horor”.
Kemacetan tersebut dilaporkan berlangsung hampir sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, bahkan membutuhkan waktu hampir satu hari penuh hanya untuk mencapai pelabuhan penyeberangan menuju Jawa.
Pemudik 24 Jam di Jalan
Salah satu pemudik, Witari, mengaku harus menempuh perjalanan hampir 24 jam hanya untuk mencapai Pelabuhan Gilimanuk dari rumahnya di Negara.
Ia bersama keluarga berangkat dari rumah pada Minggu (15/3) pukul 09.00 WITA. Namun perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu sekitar satu jam itu berubah menjadi perjalanan panjang yang melelahkan.
“Dari Kota Negara menuju Pelabuhan Gilimanuk harus kami tempuh hampir 24 jam. Macet total dan sangat parah,” ujarnya.
Setelah berjuang melewati antrean kendaraan yang panjang, Witari akhirnya tiba di pelabuhan pada Senin (16/3) sekitar pukul 06.50 WITA.
Ia kemudian berhasil masuk ke kapal penyeberangan menuju Jawa dan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang.
Kapal yang ditumpanginya tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 07.50 WIB.
Perjalanan Mudik Menguras Energi
Menurut Witari, perjalanan mudik kali ini menjadi pengalaman yang sangat melelahkan bagi dirinya dan keluarga.
Sepanjang perjalanan, kendaraan nyaris tidak bergerak selama berjam-jam karena antrean kendaraan yang sangat panjang menuju pelabuhan.
Ia bahkan mengaku tidak bisa beristirahat dengan nyaman selama perjalanan karena harus terus memantau pergerakan kendaraan di depannya.
“Rencananya mudik ke Kuningan (Jawa Barat). Mudah-mudahan perjalanan berikutnya lancar. Lumayan menguras energi di hari pertama mudik,” ungkapnya.
Ekor Macet Capai 20 Kilometer
Kemacetan panjang juga diakui warga sekitar jalur Denpasar–Gilimanuk.
Warga Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Candikusuma, Ayu Anita mengatakan antrean kendaraan masih terjadi hingga Senin (16/3) siang.
Menurutnya, ekor kemacetan bahkan masih mencapai lapangan Desa Candikusuma yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
“Barusan lewat, ekor kemacetan masih sampai di Lapangan Candikusuma,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepadatan kendaraan di jalur utama menuju pelabuhan masih cukup tinggi meskipun berbagai upaya penguraian antrean telah dilakukan.
Antrean Sempat Capai 31 Kilometer
Arus mudik tahun ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Minggu (15/3), antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa bahkan sempat mencapai sekitar 31 kilometer.
Ekor kemacetan tercatat hingga kawasan depan Hotel Jimbarwana di Kota Negara.
Kondisi tersebut membuat ribuan kendaraan terjebak antrean panjang selama berjam-jam.
Dipicu Lonjakan Pemudik dan Nyepi
Lonjakan kendaraan menuju Gilimanuk dipicu tingginya mobilitas masyarakat yang memilih mudik lebih awal menjelang Lebaran.
Selain itu, banyak warga juga memilih menyeberang sebelum layanan penyeberangan dihentikan sementara saat perayaan Nyepi pada 19–20 Maret 2026.
Penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi membuat sebagian masyarakat mempercepat perjalanan agar dapat tiba di kampung halaman sebelum aktivitas transportasi dihentikan.
35 Kapal Beroperasi Nonstop
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, layanan penyeberangan di lintasan Selat Bali saat ini dioperasikan oleh sekitar 35 kapal yang beroperasi nonstop selama 24 jam.
Operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry juga menerapkan pola operasional TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) pada sejumlah kapal.
Dengan pola tersebut, kapal yang tiba di pelabuhan akan langsung menurunkan muatan kendaraan dan penumpang, kemudian segera berangkat kembali tanpa menunggu lama.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan mengurangi antrean di jalur menuju pelabuhan.
Volume Kendaraan Terlalu Tinggi
Meski berbagai upaya telah dilakukan, tingginya volume kendaraan yang datang secara bersamaan membuat kemacetan di jalur Denpasar–Gilimanuk sulit dihindari.
Kondisi tersebut membuat banyak pemudik menyebut perjalanan tahun ini sebagai “mudik horor” karena harus menghabiskan waktu sangat lama di jalan.
Pemerintah dan otoritas pelabuhan kini terus berupaya mengurai antrean agar arus mudik dari Bali menuju Jawa dapat kembali berjalan lancar dalam beberapa hari ke depan. (aif)
Editor : Ali Sodiqin