RADARBANYUWANGI.ID – Lonjakan penumpang dari Bali menuju Jawa terus meningkat tajam sejak akhir pekan lalu.
Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk hingga memaksa para pemangku kepentingan pelayaran mengambil langkah ekstrem.
Sejak Senin (16/3), sebanyak 24 kapal dari total 35 kapal yang beroperasi di lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk ditugaskan menjalankan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyerapan kendaraan dan penumpang yang menumpuk di sisi Bali menjelang perayaan Nyepi.
Keputusan Hasil Rapat Stakeholder
Pelaksana Harian Kepala KSOP Tanjungwangi, Nanang Afandi, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi antara berbagai pihak terkait.
Rapat tersebut melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry, BPTD Bali, serta Gapasdap.
Menurut Nanang, kebijakan ini diambil setelah melihat kemacetan luar biasa yang terjadi di sisi Pelabuhan Gilimanuk.
“Kita diinstruksikan untuk menerapkan pola agar semua kendaraan dan penumpang dari Gilimanuk bisa terangkut sebelum Nyepi,” ujarnya.
Instruksi tersebut juga datang setelah Wakil Menteri Perhubungan melakukan kunjungan langsung ke Pelabuhan Ketapang untuk melihat kondisi di lapangan.
24 Kapal Fokus Angkut Penumpang dari Bali
Sebelumnya hanya sekitar 11 kapal yang menerapkan pola TBB dari Gilimanuk.
Namun sejak Minggu malam, jumlah kapal yang menjalankan skema tersebut ditambah secara signifikan.
Kini sebanyak 24 kapal menjalankan pola TBB, yakni kapal hanya memuat kendaraan dan penumpang dari Bali.
Setelah kapal tiba di Ketapang dan menurunkan seluruh muatan, kapal tersebut langsung kembali berlayar menuju Gilimanuk tanpa memuat kendaraan dari Jawa.
“Kita melihat dari arah Jawa relatif lebih sepi, sehingga semua difokuskan untuk mengangkut kendaraan dan penumpang dari Bali,” jelas Nanang.
Lonjakan Penumpang Jadi Penyebab Antrean
Kemacetan panjang di sisi Gilimanuk terutama dipicu oleh lonjakan volume penumpang yang ingin kembali ke Jawa dalam waktu yang hampir bersamaan.
Data produksi penyeberangan yang tercatat di ASDP menunjukkan peningkatan signifikan.
Dari Minggu malam hingga Senin pagi, tercatat sebanyak 87.200 penumpang menyeberang dari Bali menuju Jawa.
Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 27.028 unit.
Naik Lebih dari 30 Persen
Jika dibandingkan dengan data pada periode yang sama tahun 2025, angka tersebut mengalami peningkatan cukup drastis.
Jumlah penumpang tercatat naik 33,8 persen dari sebelumnya 60.099 orang.
Sedangkan jumlah kendaraan meningkat 35,4 persen dari sebelumnya 19.122 unit.
Lonjakan tersebut juga sangat kontras jika dibandingkan dengan arus kendaraan dari Jawa menuju Bali.
Dari arah Jawa, jumlah penumpang yang menyeberang hanya sekitar 20.621 orang, sementara kendaraan tercatat 3.980 unit.
Dengan kata lain, arus penumpang dari Bali hampir lima kali lipat lebih besar dibandingkan dari arah Jawa.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder di Bali agar target mengangkut seluruh kendaraan sebelum Nyepi bisa tercapai,” tegas Nanang.
Wamenhub Tinjau Antrean 30 Kilometer
Sementara itu, Suntana turun langsung meninjau kondisi antrean kendaraan pada Minggu (15/3) malam.
Sebelum menuju lokasi antrean di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, ia terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan otoritas pelabuhan di kantor ASDP Indonesia Ferry di kawasan Pelabuhan Ketapang.
Rapat tersebut membahas berbagai langkah percepatan untuk mengurai antrean kendaraan yang dilaporkan mengular hingga lebih dari 30 kilometer di sisi Bali.
Pemerintah menilai langkah percepatan harus segera diambil agar kepadatan tidak semakin parah menjelang Hari Raya Nyepi.
“Saya hanya ingin ada langkah pasti untuk mempercepat arus dari sana (Gilimanuk),” tegas Suntana.
Dengan berbagai langkah percepatan yang dilakukan, diharapkan seluruh kendaraan dan penumpang yang masih berada di Bali dapat terangkut menuju Jawa sebelum aktivitas transportasi dihentikan selama perayaan Nyepi. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin