Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Korlantas: Seperempat Kendaraan Telah Keluar Jakarta, Arus Mudik Masih Lancar

Lugas Rumpakaadi • Senin, 16 Maret 2026 | 17:15 WIB

Arus mudik Lebaran 2026 di Tol Jakarta-Cikampek naik 15 persen.
Arus mudik Lebaran 2026 di Tol Jakarta-Cikampek naik 15 persen.

RADARBANYUWANGI.ID - Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan pergerakan kendaraan dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sekitar 25 persen kendaraan telah meninggalkan Ibu Kota hingga hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan sebagian kendaraan tersebut bergerak menuju sejumlah jalur utama mudik seperti Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera.

“Yang berada di tol, sampai saat ini kurang lebih 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang menuju ke Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera,” kata Agus saat berada di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026).

Meski pergerakan kendaraan meningkat, ia memastikan kondisi lalu lintas hingga Minggu siang masih relatif terkendali. Kepadatan arus kendaraan di jalur tol utama belum terlihat signifikan.

Selain memantau jalur darat, Korlantas juga memperhatikan situasi di jalur penyeberangan. Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah Pelabuhan Gilimanuk di Bali yang sempat mengalami antrean kendaraan.

Agus menjelaskan kepadatan tersebut dipengaruhi pembatasan waktu penyeberangan yang berdekatan dengan dua perayaan besar, yakni Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih menyeberang lebih awal.

“Kemungkinan masyarakat akan mendahului untuk penyeberangan, baik dari Ketapang dan Gilimanuk. Tetapi dari Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan kapal untuk penambahan itu, mengantisipasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat selama perjalanan mudik dari rumah hingga tiba di kampung halaman.

“Kami menjamin keberangkatan pada saat mudik dalam perjalanan aman sampai tujuan, sampai tujuan ketemu keluarganya harus bahagia dan kembalinya selamat,” kata Agus.

Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi pengamanan ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat, Polri menyiapkan total 2.746 pos yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu yang menjadi pusat informasi dan layanan bagi pemudik.

Selain jalur transportasi, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital dan pusat aktivitas masyarakat. Objek tersebut meliputi masjid, lokasi Shalat Idul Fitri, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#korlantas polri #operasi ketupat 2026 #jakarta