Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lonjakan Pemudik Teratasi, ASDP Pastikan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Aman Tanpa Insiden

Ali Sodiqin • Senin, 16 Maret 2026 | 14:30 WIB

Aktivitas penyeberangan rute Ketapang-Gilimanuk mulai ramai, Senin (9/3). Di Pelabuhan Ketapang, tercatat 16.701 penumpang menyeberang ke Bali.
Aktivitas penyeberangan rute Ketapang-Gilimanuk mulai ramai, Senin (9/3). Di Pelabuhan Ketapang, tercatat 16.701 penumpang menyeberang ke Bali.

RADARBANYUWANGI.ID - Lonjakan volume kendaraan di jalur penyeberangan Selat Bali mencapai puncak pada Sabtu-Minggu (14-15 Maret 2026) di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang.

Ribuan warga sudah meninggalkan Bali jelang Lebaran 2026 serta penutupan operasional transportasi saat perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah armada kapal di lintasan utama Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk.

Dari pola operasional normal sebanyak 28 kapal, kini total 35 kapal dioperasikan secara bergantian selama 24 jam guna mempercepat proses penyeberangan kendaraan dan penumpang.

Langkah ini diambil sukses mengurai antrean kendaraan yang meningkat tajam menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

ASDP Tambah Armada dan Terapkan Skema Operasi Khusus

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan peningkatan pergerakan kendaraan terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik yang ingin menyeberang sebelum penutupan layanan saat Nyepi.

“ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa. Peningkatan pergerakan kendaraan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat serta kendaraan logistik yang menyeberang dari Bali menuju Jawa menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi,” ujar Windy.

Selain penambahan kapal, ASDP juga menerapkan pola operasional khusus TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) pada sejumlah armada.

Dalam skema ini, kapal yang tiba di pelabuhan hanya melakukan proses bongkar muatan kemudian langsung kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan.

Langkah tersebut bertujuan untuk mempercepat siklus perjalanan kapal sehingga proses layanan penyeberangan menjadi lebih efisien.

Dengan armada yang bergerak nonstop selama 24 jam, kapasitas angkut meningkat dan antrean kendaraan dapat diurai secara bertahap.

Didukung 17 Dermaga Aktif

Operasional lintasan Ketapang–Gilimanuk juga didukung oleh 17 dermaga aktif yang berfungsi melayani berbagai jenis kendaraan.

Rinciannya terdiri dari:

Pelabuhan Ketapang

Pelabuhan Gilimanuk

Dermaga LCM difokuskan untuk melayani kendaraan logistik seperti truk besar guna menjaga kelancaran distribusi barang.

Pemisahan ini juga bertujuan menghindari penumpukan kendaraan besar dengan kendaraan penumpang sehingga arus penyeberangan tetap lancar.

Sebagai bagian dari percepatan layanan, Dermaga 3 Pelabuhan Ketapang mulai menerapkan pola penuh TBB sejak 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.

Dalam pola tersebut, kapal yang tiba di dermaga hanya melakukan proses bongkar kendaraan tanpa memuat kendaraan baru dari Ketapang.

Koordinasi Intensif dengan Berbagai Pihak

ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan operasional di lapangan berjalan lancar.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain:

Kerja sama lintas sektor ini dilakukan untuk mengatur pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan serta mempercepat ritme operasional penyeberangan.

“Koordinasi lintas stakeholder terus kami lakukan secara intensif agar ritme operasional dapat dipercepat dan antrean kendaraan dapat tertangani dengan baik,” kata Windy.

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi pelabuhan melalui kanal resmi perusahaan, termasuk media sosial @asdp191 dan @asdp.ketapang, agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik.

Arus Kendaraan Bali–Jawa Meningkat

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, menyampaikan bahwa peningkatan arus kendaraan mulai terlihat sejak H-7 Lebaran 2026.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 14 Maret 2026, tercatat:

Untuk kendaraan logistik tercatat:

Secara total, kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 17.832 unit, meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.978 unit.

Pergerakan Jawa–Bali Juga Tumbuh

Tidak hanya arus dari Bali menuju Jawa, pergerakan kendaraan dari Jawa menuju Bali juga mengalami peningkatan.

Data Posko Ketapang menunjukkan selama periode yang sama terdapat:

Jumlah kendaraan yang menyeberang antara lain:

Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 5.743 unit, meningkat 26,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, tercatat:

Angka tersebut meningkat masing-masing 3,9 persen dan 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

ASDP Pastikan Layanan Tetap Optimal

Dengan dukungan armada yang beroperasi nonstop, percepatan pola operasional kapal, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak, ASDP memastikan layanan penyeberangan di Selat Bali tetap berjalan optimal.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik selama periode Angkutan Lebaran 2026 sekaligus menjelang penutupan operasional transportasi saat Nyepi di Bali. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#penyeberangan bali jawa #asdp ketapang gilimanuk #penutupan pelabuhan #kapal ASDP Ketapang Gilimanuk #Nyepi 2026 #arus mudik Selat Bali 2026