Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BREAKING NEWS: 2 Hari Lagi Bali Ditutup Total! Ribuan Warga dan Wisatawan Eksodus dari Pulau Dewata

Ali Sodiqin • Senin, 16 Maret 2026 | 09:45 WIB

Kendaraan mengular di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali. Kamis (19/3/2026), Pelabuhan ini akan ditutup total untuk menghormati Nyepi 2026.
Kendaraan mengular di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali. Kamis (19/3/2026), Pelabuhan ini akan ditutup total untuk menghormati Nyepi 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi 2026, Pulau Bali bersiap memasuki masa hening total selama 24 jam.

Seluruh aktivitas masyarakat akan dihentikan, mulai dari transportasi, kegiatan ekonomi, hingga operasional pariwisata.

Berdasarkan kalender nasional, Nyepi tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Perayaan dimulai sejak pukul 05.59 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

Selama periode tersebut, Bali benar-benar berada dalam kondisi sunyi. Jalanan kosong tanpa kendaraan, penerbangan dihentikan, dan aktivitas wisata ditutup sepenuhnya.

Menjelang momen tersebut, fenomena perpindahan warga dan wisatawan keluar dari Bali mulai terlihat.

Banyak orang memilih menyeberang ke Jawa sebelum seluruh akses transportasi ditutup.

Bali Akan “Berhenti” Selama 24 Jam

Saat Nyepi berlangsung, hampir seluruh aktivitas di Pulau Dewata dihentikan total.

Beberapa sektor yang ikut ditutup antara lain:

Bandara utama Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, juga menghentikan seluruh operasional penerbangan selama satu hari penuh.

Selama periode Nyepi, tidak ada pesawat yang lepas landas maupun mendarat baik untuk rute domestik maupun internasional.

Kondisi ini menjadikan Bali sebagai salah satu wilayah di dunia yang benar-benar berhenti beraktivitas selama satu hari penuh.

Eksodus Warga dan Wisatawan Menjelang Nyepi

Fenomena menarik juga terjadi menjelang Nyepi. Ribuan warga dan wisatawan memilih meninggalkan Bali sebelum hari hening dimulai.

Sebagian masyarakat non-Hindu memilih pergi ke daerah lain agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa selama 24 jam tersebut.

Tujuan paling dekat adalah wilayah Jawa Timur, terutama Banyuwangi.

Arus perjalanan tersebut didominasi oleh kendaraan yang menyeberang melalui jalur laut antara Pelabuhan Gilimanuk di Bali dan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.

Menjelang penutupan pelabuhan saat Nyepi, antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai 25 hingga 37 kilometer dari area pelabuhan.

Jalur Penyeberangan Dipadati Pemudik

Lonjakan penumpang di lintasan penyeberangan Selat Bali terjadi karena banyak masyarakat ingin menyeberang sebelum operasional pelabuhan dihentikan.

Berdasarkan laporan di lapangan, kendaraan mengular panjang dari kawasan Tugu Tuwed hingga menuju Pelabuhan Gilimanuk.

General Manager ASDP Ketapang menyebutkan bahwa antrean kendaraan mencapai sekitar 30 kilometer.

Lonjakan tersebut dipicu oleh dua faktor utama:

Bus Pariwisata Kosong Menyeberang ke Bali

Fenomena unik juga terlihat di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Sejumlah bus pariwisata dari Pulau Jawa menyeberang ke Bali dalam kondisi kosong.

Bus tersebut sengaja dikirim untuk menjemput rombongan pemudik di Denpasar yang akan pulang ke Jawa secara bersama-sama.

Seorang sopir bus pariwisata asal Probolinggo mengaku membawa dua armada bus menuju Bali tanpa penumpang.

Total sekitar 100 kursi telah dipesan rombongan pemudik yang berada di Denpasar.

Fenomena ini tergolong jarang terjadi karena pada tahun-tahun sebelumnya permintaan bus khusus tidak sebesar sekarang.

35 Kapal Dioperasikan untuk Mengurai Antrean

Untuk mengatasi lonjakan penumpang, operator penyeberangan menambah jumlah armada kapal.

Sebanyak 35 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk sejak Sabtu (14/3).

Jumlah tersebut menjadi salah satu operasi kapal terbesar dalam layanan penyeberangan Selat Bali.

Selain itu diterapkan pula sistem Tiba Bongkar Berangkat (TBB).

Dalam skema ini:

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan kendaraan dari Bali menuju Jawa.

Makna Nyepi bagi Umat Hindu

Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu.

Perayaan ini mengikuti kalender Saka yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Bagi umat Hindu, Nyepi bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga momentum untuk:

Hari suci ini juga dimaknai sebagai proses penyucian alam semesta atau Bhuana Agung, serta penyucian diri manusia yang disebut Bhuana Alit.

Empat Pantangan Catur Brata Penyepian

Selama Nyepi, umat Hindu menjalankan empat pantangan utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian.

Pantangan tersebut meliputi:

  1. Amati Geni
    Tidak menyalakan api atau cahaya berlebihan.
  2. Amati Karya
    Tidak melakukan aktivitas pekerjaan.
  3. Amati Lelungan
    Tidak bepergian keluar rumah.
  4. Amati Lelanguan
    Tidak melakukan hiburan atau kesenangan.

Aturan ini membuat Bali benar-benar berada dalam kondisi sunyi selama satu hari penuh.

Rangkaian Ritual Sebelum Nyepi

Sebelum Nyepi, terdapat beberapa ritual penting yang dilakukan umat Hindu di Bali.

Ritual tersebut antara lain:

Pada malam pengerupukan, masyarakat biasanya mengarak patung raksasa yang dikenal sebagai ogoh-ogoh di berbagai wilayah Bali.

Arak-arakan tersebut melambangkan upaya mengusir energi negatif sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Setelah Nyepi: Tradisi Ngembak Geni

Setelah masa hening berakhir, umat Hindu akan merayakan tradisi Ngembak Geni.

Dalam tradisi ini, masyarakat:

Ngembak Geni menjadi simbol dimulainya kehidupan baru setelah proses penyucian diri selama Nyepi.

Takbiran Idulfitri Bertepatan dengan Nyepi

Tahun ini terdapat situasi unik karena malam takbiran menjelang **Idulfitri berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Pemerintah bersama tokoh agama di Bali telah menyusun panduan khusus.

Beberapa aturan yang diberlakukan antara lain:

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali.

Wisatawan Diminta Hormati Aturan Nyepi

Pemerintah daerah juga mengimbau wisatawan yang berada di Bali saat Nyepi untuk mematuhi aturan yang berlaku.

Wisatawan diminta:

Banyak hotel di Bali juga menyesuaikan layanan selama Nyepi dengan membatasi hiburan dan aktivitas luar ruangan.

Meski demikian, tidak sedikit wisatawan yang justru datang ke Bali untuk merasakan pengalaman unik menyaksikan pulau wisata tersebut dalam kondisi sunyi total selama 24 jam. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Gilimanuk Ketapang mudik Nyepi #arus mudik Bali Jawa 2026 #Bali tutup saat Nyepi #penutupan Bali Nyepi #Catur Brata Penyepian #Nyepi 2026