Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KMP Portlink VII Kembali Beroperasi di Ketapang–Gilimanuk Usai Kebakaran, Kapasitas 600 Penumpang Bantu Urai Antrean Penyeberangan

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 16 Maret 2026 | 00:30 WIB

BEROPERASI LAGI: KMP Portlink VII kembali beroperasi di Selat Bali, Minggu (15/3).
BEROPERASI LAGI: KMP Portlink VII kembali beroperasi di Selat Bali, Minggu (15/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik datang bagi pengguna jasa penyeberangan Selat Bali. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Portlink VII yang sebelumnya sempat menjalani perbaikan akibat insiden kebakaran kini dipastikan telah kembali beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Pada Minggu (15/3), kapal berkapasitas besar tersebut terpantau kembali berlayar melayani penumpang dan kendaraan di jalur penyeberangan yang menjadi salah satu yang tersibuk di Indonesia itu.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menjelaskan, pengoperasian kembali KMP Portlink VII merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam mengoptimalkan armada di lintasan penyeberangan Selat Bali.

Photo
Photo

Menurutnya, kehadiran kapal berkapasitas besar tersebut sangat membantu meningkatkan kelancaran arus kendaraan maupun penumpang yang melintas antara Pulau Jawa dan Bali.

“Pengoperasian kembali kapal ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk yang setiap harinya melayani mobilitas masyarakat dalam jumlah besar,” ujar Windy.

Kapasitas Besar, Mampu Angkut 600 Penumpang

KMP Portlink VII dikenal sebagai salah satu kapal dengan kapasitas angkut besar di lintasan tersebut. Dalam satu kali perjalanan, kapal ini mampu mengangkut sekitar 600 penumpang.

Selain itu, kapal juga dapat membawa kombinasi kendaraan dalam jumlah signifikan, yakni sekitar 30 unit truk serta 100 kendaraan kecil seperti mobil pribadi.

Dengan kapasitas sebesar itu, kapal diharapkan mampu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang di pelabuhan.

“Dengan kapasitas angkut yang besar, kapal ini dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang sehingga antrean di pelabuhan bisa lebih cepat terurai,” jelas Windy.

Lintasan Ketapang–Gilimanuk sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan Jawa dan Bali. Setiap harinya ribuan kendaraan logistik, bus, serta kendaraan pribadi memanfaatkan layanan penyeberangan ini.

Jalani Perbaikan dan Uji Pelayaran

Sebelum kembali dioperasikan, KMP Portlink VII terlebih dahulu menjalani serangkaian proses perbaikan menyusul insiden kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya.

Perbaikan tersebut meliputi perbaikan teknis serta pengecatan ulang kapal. Setelah seluruh proses rampung, kapal kemudian menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem berfungsi secara optimal.

Pengujian tersebut meliputi pengecekan mesin utama, sistem navigasi, hingga perangkat keselamatan pelayaran.

“Dari hasil pengujian tersebut, KMP Portlink VII dinyatakan laik laut dan siap melayani penumpang. Kapal ini mulai beroperasi kembali di lintasan Ketapang–Gilimanuk sejak Sabtu (14/3),” imbuh Windy.

Arus Penyeberangan Jawa–Bali Meningkat

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko Kurnianjah mengungkapkan bahwa arus penyeberangan di Selat Bali menunjukkan tren peningkatan.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada Sabtu (14/3) atau H-7, tercatat sebanyak 258 trip kapal melayani penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 34.276 orang, meningkat 34,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 25.467 orang.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang melintas.

Sepeda motor tercatat 542 unit, naik 3,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 523 unit. Kendaraan roda empat mencapai 2.160 unit, meningkat 23,5 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 1.749 unit.

Sementara itu, kendaraan logistik juga menunjukkan peningkatan signifikan. Truk yang menyeberang ke Bali mencapai 2.047 unit, naik 32,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.550 unit.

Adapun jumlah bus yang menyeberang mencapai 994 unit, meningkat 41,2 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 704 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Bali pada H-7 mencapai 5.743 unit atau naik 26,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.526 unit.

Lebih dari 100 Ribu Penumpang Menyeberang

Jika dihitung secara kumulatif, total jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang mencapai 100.581 orang.

Angka tersebut meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 96.785 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang mencapai 21.153 unit, atau meningkat 6,1 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 19.935 unit.

Arus Balik Bali–Jawa Juga Naik

Dari arah sebaliknya, yakni dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, arus penyeberangan juga menunjukkan peningkatan.

Data Posko Gilimanuk mencatat selama periode yang sama terdapat 234 trip kapal yang melayani penyeberangan dari Bali menuju Jawa.

Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 54.652 orang, meningkat 8,1 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 50.545 orang.

Jumlah sepeda motor yang diseberangkan dari Bali menuju Jawa mencapai 10.733 unit, meningkat cukup signifikan yakni 37,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 7.808 unit.

Untuk kendaraan roda empat tercatat 4.610 unit, naik 0,7 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4.577 unit.

Sementara itu, truk yang menyeberang tercatat 1.986 unit, meningkat 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.941 unit.

Berbeda dengan kendaraan lain, jumlah bus yang menyeberang dari Bali menuju Jawa justru mengalami penurunan. Tercatat 503 unit bus, turun 22,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 652 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa pada H-7 mencapai 17.832 unit, meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.978 unit.

“Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat 152.224 orang dengan total kendaraan 48.877 unit,” pungkas Arief. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kapal ferry Ketapang Gilimanuk #KMP Portlink VII #arus penyeberangan Bali Jawa #asdp ketapang gilimanuk #penyeberangan selat bali mudik #ASDP Indonesia Ferry