RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah menyatakan akan menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) dalam program mudik gratis dengan moda kapal laut di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelusuran dilakukan untuk memastikan layanan yang dibiayai negara itu berjalan sesuai aturan.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan pemerintah tidak akan mengabaikan laporan masyarakat terkait dugaan pungli tersebut. Ia memastikan pihak terkait akan segera melakukan pengecekan terhadap sistem pelaksanaan program mudik gratis di lapangan.
“Nanti kita telusuri,” kata Suntana saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Dugaan pungli itu dilaporkan terjadi pada program mudik gratis kapal laut dengan rute pelayaran Kendari–Muna–Baubau. Beberapa calon penumpang mengaku dimintai uang sebesar Rp12 ribu meskipun mereka telah terdaftar sebagai penerima tiket gratis dari pemerintah.
Menanggapi laporan tersebut, Suntana menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program.
“Bila ada penyimpangan akan kita laksanakan penindakan dan kita luruskan secepatnya,” ujarnya.
Menurutnya, program mudik gratis disediakan pemerintah melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut, hingga kereta api. Program ini bertujuan membantu masyarakat melakukan perjalanan pulang kampung dengan aman dan terjangkau selama periode Lebaran 1447 Hijriah.
Ia menekankan bahwa seluruh layanan dalam program tersebut seharusnya benar-benar gratis karena merupakan bentuk pelayanan publik yang didanai oleh negara.
“Sudah pasti ditindak tegas. Kalau yang memberikan pelayanan publik namun ada yang tidak benar kita harus tindak tegas,” tutur Suntana.
Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran, pemerintah juga akan segera memperbaiki sistem pelaksanaan jika ditemukan celah yang berpotensi menimbulkan pungutan tidak resmi.
Program mudik gratis pemerintah diketahui telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk sejumlah daerah di Sulawesi. Hal itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi bagi masyarakat selama masa arus mudik Lebaran.
“Mudik gratis beberapa sektor ya kan? Ada sektor udara, sektor laut, sektor kereta api, pemerintah itu mengucurkan itu,” kata Suntana.
Dalam program mudik gratis kapal laut tahun ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 6.000 tiket gratis bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara. Tiket tersebut tersedia untuk rute Kendari–Raha, Raha–Kendari, Kendari–Baubau, serta Baubau–Kendari.
Sebelumnya, laporan dugaan pungli mencuat dari sejumlah pemberitaan di Kota Kendari. Dugaan tersebut disebut terjadi di Pelabuhan Nusantara, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, ketika calon penumpang yang sudah terdaftar sebagai penerima tiket gratis dimintai sejumlah uang.
Editor : Lugas Rumpakaadi