RADARBANYUWANGI.ID - Kemacetan panjang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (15/3/2026).
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar 30 kilometer, membuat ribuan pemudik terjebak berjam-jam sebelum bisa menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sejumlah pemudik bahkan mengaku sudah menunggu sejak dini hari.
Sandy, salah satu pemudik menyebut dirinya sudah terkena antrean sejak pukul 01.15 Wita dan hingga pukul 08.05 Wita masih belum berhasil masuk pelabuhan.
Lonjakan kendaraan yang ingin menyeberang dari Bali menuju Jawa menjadi pemicu utama kemacetan panjang tersebut.
Selain pemudik, antrean kendaraan juga didominasi oleh truk logistik yang berusaha menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan operasional selama periode mudik Lebaran.
Antrean Kendaraan Mengular Hingga Puluhan Kilometer
Laporan dari sejumlah warga menyebutkan ekor kemacetan sempat mencapai sekitar 25 hingga 30 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Kendaraan yang antre didominasi oleh sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk pengangkut barang.
Kepadatan kendaraan bahkan telah berlangsung lebih dari 20 jam, menyebabkan arus lalu lintas menuju pelabuhan bergerak sangat lambat.
Sejumlah pengendara memilih mematikan mesin kendaraan untuk menghemat bahan bakar sambil menunggu antrean bergerak.
Situasi ini diperparah oleh adanya truk yang sempat mengalami mogok pada Sabtu (14/3/2026) dini hari, sehingga memperlambat pergerakan kendaraan lainnya.
ASDP Tambah Kapal Feri untuk Urai Kemacetan
Untuk mengatasi kepadatan arus mudik tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang pada BPTD Kelas II Jawa Timur, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa jumlah kapal feri yang beroperasi kini ditingkatkan menjadi 35 unit.
“Pada kondisi normal kapal yang beroperasi sekitar 28 unit, kemudian ditambah menjadi 30 unit. Karena arus mudik terus meningkat, sekarang kami tingkatkan lagi menjadi 35 kapal,” ujar Bayu.
Tambahan lima kapal feri berkapasitas besar dioperasikan dengan pola khusus untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
Dalam skema tersebut, kapal-kapal besar diprioritaskan bersandar di Pelabuhan Gilimanuk untuk melakukan pemuatan kendaraan, sedangkan di Pelabuhan Ketapang kapal hanya melakukan proses bongkar muatan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses penyeberangan serta mengurangi panjang antrean kendaraan yang menunggu masuk pelabuhan.
Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan peningkatan jumlah kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah terjadi sejak dini hari.
“Sejak dini hari tadi terjadi peningkatan jumlah kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.
Untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu titik, kepolisian menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Bus dan truk diarahkan melalui jalur khusus, termasuk memanfaatkan jalan perkampungan di wilayah Kelurahan Gilimanuk.
Selain itu, petugas juga melakukan patroli di sepanjang jalur antrean guna memastikan kendaraan tetap tertib di jalurnya.
“Kami arahkan kendaraan pemudik agar tetap tertib di jalurnya. Tidak boleh seluruh badan jalan digunakan kendaraan dari arah Denpasar karena ada juga kendaraan dari arah Gilimanuk,” jelasnya.
Petugas juga membangunkan pengemudi yang tertidur di dalam kendaraan saat antrean berhenti di tengah jalan agar tidak menghambat arus lalu lintas.
“Kalau mengantuk, silakan menepi dan mencari tempat yang aman untuk beristirahat,” tambahnya.
Lonjakan Penumpang Sudah Terlihat Sejak H-8 Lebaran
Data ASDP Cabang Ketapang–Gilimanuk menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir menjelang Lebaran 2026.
Pada H-8 Lebaran atau Jumat (13/3/2026), tercatat 37.877 penumpang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang.
Jumlah tersebut terdiri dari:
- 6.066 kendaraan roda dua
- 3.573 mobil pribadi
- 2.154 truk logistik
- 383 bus
Sehingga total kendaraan yang menyeberang mencapai 12.176 unit.
Sementara itu, pada arus sebaliknya dari Ketapang menuju Gilimanuk, tercatat 26.173 penumpang dengan total kendaraan 5.365 unit.
Pergerakan Kendaraan Meningkat Sejak Beberapa Hari Terakhir
General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan peningkatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Menurutnya, lonjakan tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama.
Pertama, masyarakat yang memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari puncak arus mudik.
Kedua, aktivitas distribusi logistik yang memanfaatkan waktu operasional penyeberangan sebelum adanya penutupan sementara layanan saat Hari Raya Nyepi.
“Lonjakan ini dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal serta aktivitas distribusi logistik sebelum penutupan sementara saat Nyepi,” jelas Arief.
Sejak Kamis (12/3/2026), area parkir Pelabuhan Gilimanuk telah dipadati berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk pengangkut barang.
Antrean Truk Sempat Mengular Hingga Pasar Gilimanuk
Selain kendaraan pemudik, peningkatan kendaraan logistik juga berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan.
Antrean truk bahkan sempat mengular hingga kawasan Pasar Gilimanuk, sekitar 2 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.
Banyak perusahaan logistik berusaha mengirim barang sebelum diberlakukannya pembatasan operasional angkutan barang selama masa mudik Lebaran.
Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan semakin panjang dan memperlambat proses penyeberangan.
Penyeberangan Diprioritaskan untuk Kendaraan Penumpang
Untuk menjaga kelancaran arus mudik, ASDP bersama pihak terkait juga melakukan pengaturan operasional kapal serta manajemen antrean kendaraan.
Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti sepeda motor dan mobil pribadi agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal yang tersedia.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk dapat segera terurai dan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar. (*)
Editor : Ali Sodiqin