RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan dari Kabupaten Sidoarjo menuju Situbondo Jawa Timur menjadi salah satu rute yang cukup ramai dilalui masyarakat, terutama saat musim mudik atau liburan.
Namun, tidak semua orang mengetahui berapa lama waktu tempuh perjalanan tersebut jika tidak menggunakan jalan tol.
Pada dasarnya terdapat dua akses utama yang dapat dipilih pengendara untuk menuju Situbondo dari Sidoarjo, yaitu melalui jalur tol dan jalur arteri pantai utara (pantura).
Kedua jalur tersebut memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi waktu tempuh, biaya perjalanan, hingga kenyamanan berkendara.
Karena itu, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan atau mudik ke Situbondo dan wilayah sekitarnya perlu mempertimbangkan pilihan jalur yang paling sesuai.
Jarak Sidoarjo–Situbondo Sekitar 190 Kilometer
Secara keseluruhan, jarak perjalanan dari Kabupaten Sidoarjo menuju Situbondo mencapai sekitar 190 kilometer.
Rute tersebut dapat ditempuh dengan dua pilihan jalur utama. Pertama melalui jaringan jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Timur. Kedua melalui jalur pantura yang selama ini menjadi jalur transportasi utama di kawasan utara Jawa Timur.
Setiap jalur tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Lewat Jalan Tol: Lebih Cepat, Tapi Berbayar
Bagi pengendara yang mengutamakan kecepatan perjalanan, jalur tol menjadi pilihan paling efisien.
Jika melalui jalan tol, perjalanan dari Sidoarjo menuju Situbondo dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam dalam kondisi lalu lintas normal.
Pengendara biasanya masuk tol melalui Gerbang Tol Waru atau Porong, kemudian melanjutkan perjalanan hingga exit tol Gending di Kabupaten Probolinggo.
Setelah keluar dari tol, perjalanan menuju Situbondo dilanjutkan melalui jalur nasional pantura yang menghubungkan wilayah Probolinggo hingga Situbondo.
Keuntungan utama jalur tol adalah perjalanan yang lebih cepat dan relatif lancar karena minim persimpangan serta lampu lalu lintas.
Namun, jalur ini juga memiliki kekurangan, yakni biaya perjalanan yang tidak murah. Pengendara harus membayar tarif tol di setiap ruas yang dilalui sepanjang perjalanan.
Jalur Pantura: Gratis, Tapi Waktu Tempuh Lebih Lama
Alternatif lain adalah menggunakan jalur arteri pantura yang membentang dari wilayah Surabaya hingga Banyuwangi.
Jika memilih jalur ini, pengendara tidak perlu mengeluarkan biaya seperti ketika menggunakan jalan tol.
Namun konsekuensinya adalah waktu tempuh perjalanan yang lebih lama.
Perjalanan dari Sidoarjo menuju Situbondo melalui jalur pantura diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam, bahkan bisa lebih lama jika terjadi kepadatan lalu lintas.
Kepadatan biasanya terjadi di sejumlah kawasan perkotaan seperti Pasuruan, Probolinggo, hingga area pasar dan persimpangan besar.
Selain itu, jalur pantura juga memiliki banyak persimpangan, kendaraan lokal, hingga aktivitas masyarakat di sepanjang jalan yang dapat memperlambat laju kendaraan.
Pertimbangan Pengendara Menentukan Jalur
Perbedaan waktu tempuh dan biaya tersebut membuat banyak pengendara mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memilih jalur perjalanan.
Bagi mereka yang ingin perjalanan cepat dan nyaman, jalur tol menjadi pilihan utama meskipun harus membayar tarif.
Sebaliknya, bagi pengendara yang ingin menghemat biaya perjalanan, jalur pantura tetap menjadi alternatif yang cukup populer.
Selain faktor biaya dan waktu tempuh, kondisi lalu lintas juga menjadi pertimbangan penting, terutama saat periode libur panjang atau musim mudik Lebaran.
Pada periode tersebut, baik jalur tol maupun pantura biasanya mengalami peningkatan volume kendaraan.
Persiapkan Perjalanan dengan Baik
Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan dari Sidoarjo menuju Situbondo, penting untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain kondisi kendaraan, waktu keberangkatan, serta memilih jalur yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
Dengan perencanaan yang matang, perjalanan sejauh hampir 190 kilometer tersebut dapat ditempuh dengan lebih aman dan nyaman.
Baik melalui jalur tol maupun jalur pantura, keduanya tetap menjadi akses penting yang menghubungkan wilayah Sidoarjo dengan Situbondo dan kawasan tapal kuda Jawa Timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin