RADARBANYUWANGI.ID - Jelang hari raya Idul Fitri dan Nyepi, Pelabuhan ASDP Ketapang sudah mulai padat kendaraan.
Jika tidak ditata mulai sekarang bisa terjadi krodit. Untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang, ASDP Ketapang telah menyiapkan skema khusus.
Berikut wawancara khusus Jawa Pos Radar Banyuwangi dengan General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Arief Eko Kurnianjah:
Bagaimana prediksi ASDP Ketapang menghadapi arus penumpang saat mudik Lebaran tahun ini?
Jika dibanding tahun 2025, ada kenaikan. Kita memprediksi untuk kendaraan baik roda dua maupun roda empat naik 6 persen. Sedangkan untuk penumpang naik sampai 4 persen.
Kapan prediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini?
Karena pelabuhan ditutup tanggal 18 sampai 20 Maret, peningkatan dan puncak diprediksi terjadi pada tanggal 14 sampai 17 Maret atau sampai penutupan pelabuhan. Kalau setelah pembukaan kemungkinan tidak banyak yang menyeberang.
Apalagi mungkin ada yang sudah lebaran pada 20 Maret. Itu berlaku di dua sisi baik Ketapang maupun Gilimanuk.
Tahun ini penutupan pelabuhan karena Nyepi berlangsung lebih panjang. Apa yang dipersiapkan ASDP?
Kita mengimbau pengguna jasa untuk bisa memesan tiket dan menyeberang lebih awal. Itu dari sisi ticketing, sedangkan di lapangan kita berkordinasi dengan BPTD, KSOP, dan Satlantas untuk menata kendaraan di jalan raya dan kapal.
Apalagi penutupan berlangsung selama 37 jam. Kendaraan yang sudah datang bisa diarahkan masuk ke kantung parkir di Bulusan dan GWD sebelum pelabuhan kembali di buka.
Nah, dua jam sebelum pelabuhan dibuka. Kendaraan akan kita masukan ke dalam kapal. Jadi begitu dibuka, kapal bisa langsung berangkat.
Selain penataan di jalan, bagaimana dengan penataan kapal di laut. Apakah ada kapal perbantuan seperti sebelumya?
Tahun ini kita opimalkan apa yang ada di sini (Lintasan Ketapang-Gilimanuk). Kita punya 55 kapal, jumlah itu cukup banyak. Tinggal penataan skemanya. Kemudian ada delapan kapal besar di lintasan ini.
Selama musim mudik, delapan kapal itu kita masukan jadwal untuk mempercepat distribusi penumpang.
Kalau perbantuan kita melihat kondisi, tapi selama delapan kapal itu masih siap, kita gunakan yang ada.
Terkait tren pemudik tahun ini, apakah berbeda dengan tahun lalu?
Sampai H-10 semua masih normal-normal saja. Yang ada justru peningkatan jumlah kendaraan logistik yang mengejar waktu pembatasan angkutan truk. Tapi mendekati hari raya, mulai H-7 kita prediksi akan mulai naik.
Dari penjualan tiket, baru 10 persen dari total kuota yang disediakan selama angkutan lebaran yang terjual.
Artinya, saya ,melihat kuota masih cukup aman. Namun, penumpang yang akan mudik bisa sewaktu-waku datang. Yang jelas lonjakan terjadi sebelum tanggal 18 Maret.
Selain penataan di darat dan laut, apalagi yang dilakukan ASDP untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama arus mudik?
Pengamanan di semua titik termasuk pengawasan melalui CCTV kita juga lakukan. Kemudian di laut, kita akan siagakan kapal tugboat yang sewaktu-waktu bisa digunakan jika ada kondisi darurat di laut. Untuk safety kita jaga-jaga saja. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin