Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bandara Banyuwangi Siapkan Posko Lebaran 2026, Puncak Arus Mudik Diprediksi 18 Maret

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:30 WIB

Petugas Bandara Banyuwangi mengecek towing tracktor untuk memastikan kendaraan dengan daya tarik kuat tersebut siap digunakan selama momentum angkutan Lebaran tahun ini.
Petugas Bandara Banyuwangi mengecek towing tracktor untuk memastikan kendaraan dengan daya tarik kuat tersebut siap digunakan selama momentum angkutan Lebaran tahun ini.

RADARBANYUWANGI.ID – Otoritas Bandara Internasional Banyuwangi terus mematangkan berbagai persiapan operasional penerbangan menjelang periode libur Idul Fitri 2026.

Berbagai langkah strategis dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik melalui bandara yang menjadi salah satu pintu gerbang transportasi udara di Banyuwangi tersebut.

Persiapan tidak hanya difokuskan pada optimalisasi fasilitas bandara, tetapi juga peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga diperkuat agar seluruh operasional penerbangan berjalan lancar selama masa angkutan Lebaran.

Photo
Photo

Berdasarkan proyeksi otoritas bandara, puncak arus mudik melalui Bandara Banyuwangi diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026.

General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi mengatakan, kesiapan operasional bandara meliputi optimalisasi fasilitas di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside). Selain itu, peningkatan pengawasan keamanan serta keselamatan penerbangan juga menjadi prioritas utama.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan seluruh stakeholder penerbangan, mulai dari maskapai, aparat keamanan hingga lembaga pendukung navigasi penerbangan.

“Persiapan kami meliputi optimalisasi fasilitas airside dan landside, peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder seperti maskapai, TNI/Polri, AirNav Indonesia, perusahaan ground handling, serta instansi terkait lainnya,” ujar Holik.

Menurut Holik, periode angkutan Lebaran merupakan salah satu momentum penting bagi operasional bandara karena mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan.

“Oleh karena itu kami ingin memastikan seluruh fasilitas, personel, serta prosedur operasional berada dalam kondisi siap guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Kami juga memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang,” jelasnya.

Salah satu langkah yang dilakukan otoritas bandara adalah melakukan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling yang digunakan di area operasional bandara. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan pendukung operasional penerbangan dalam kondisi laik operasi.

Peralatan yang diperiksa meliputi berbagai fasilitas pendukung, seperti baggage towing tractor, baggage car, towing bar, hingga conveyor belt yang digunakan dalam proses penanganan bagasi penumpang.

“Ramp check ini bertujuan memastikan seluruh kendaraan dan peralatan ground handling berada dalam kondisi layak operasi, memenuhi standar keselamatan, serta siap mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode Lebaran 2026,” terang Holik.

Selain memastikan kesiapan operasional, manajemen Bandara Banyuwangi juga mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi berbagai instansi yang terlibat dalam operasional penerbangan selama periode mudik dan balik Lebaran.

Posko ini memiliki beberapa fungsi penting, mulai dari pemantauan pergerakan pesawat dan penumpang hingga percepatan penanganan apabila terjadi kondisi darurat maupun kendala operasional di bandara.

Selama masa operasional posko, seluruh personel bandara disiagakan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal.

“Sebanyak 66 personel diterjunkan dalam kegiatan posko ini. Terdiri dari 30 personel internal Bandara Banyuwangi dan 36 personel eksternal dari unsur TNI/Polri, BMKG serta Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ungkap Holik.

Selain aspek keamanan dan keselamatan penerbangan, pihak bandara juga memastikan kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga. Hal tersebut dilakukan melalui peningkatan kebersihan area terminal, optimalisasi alur keberangkatan dan kedatangan penumpang, serta kesiapan berbagai fasilitas pendukung di bandara.

Manajemen bandara juga berupaya memastikan informasi penerbangan dapat diakses masyarakat dengan mudah dan akurat, sehingga penumpang dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Holik menambahkan, pemantauan operasional bandara akan dilakukan secara intensif selama periode angkutan Lebaran 2026 melalui Posko Terpadu.

“Melalui posko ini kami melakukan monitoring harian terhadap pergerakan pesawat dan penumpang agar setiap dinamika operasional di lapangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Selama 18 hari periode Posko Angkutan Lebaran 2026, Bandara Banyuwangi diproyeksikan akan melayani sekitar 7.175 penumpang.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret dengan jumlah sekitar 532 penumpang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada Minggu, 29 Maret atau H+7 Lebaran dengan estimasi 576 penumpang.

Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, manajemen bandara optimistis operasional penerbangan selama periode Lebaran dapat berjalan lancar dan aman.

“Dengan berbagai langkah persiapan ini, Bandara Internasional Banyuwangi optimistis dapat mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 sekaligus menjaga kualitas layanan sesuai standar operasional serta prinsip service excellence,” pungkas Holik. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Posko Lebaran Bandara Banyuwangi #Bandara Banyuwangi Lebaran 2026 #arus mudik Banyuwangi 2026 #arus balik Banyuwangi #penerbangan Banyuwangi Idul Fitri