RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur mulai mengalami peningkatan signifikan menjelang periode angkutan Lebaran 2026.
Sejak Jumat pagi (11/3), deretan truk logistik terlihat memenuhi kantong parkir di kawasan pelabuhan tersebut.
Kendaraan angkutan barang datang secara bergelombang sejak pagi hari. Para sopir truk terlihat berpacu dengan waktu agar dapat menyeberangkan muatan mereka ke Pulau Bali sebelum diberlakukannya pembatasan kendaraan berat serta penutupan sementara pelabuhan selama masa arus mudik.
Salah satu sopir yang terlihat antre di area pelabuhan adalah Suparman (52), pengemudi truk material asal Gresik. Ia mengatakan harus segera mengirimkan barang ke salah satu toko bangunan di Denpasar.
Menurutnya, keputusan berangkat lebih awal diambil agar bisa kembali ke Jawa sebelum pembatasan kendaraan berat diberlakukan.
“Kalau bisa sebelum 13 Maret sudah kembali. Jadi setelah itu tinggal kirim barang di Jawa saja,” ujar kakek dua cucu tersebut.
Ia menambahkan bahwa para sopir logistik umumnya berusaha menyelesaikan pengiriman lebih cepat karena khawatir tidak bisa menyeberang saat kebijakan pembatasan kendaraan diberlakukan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan logistik menuju pelabuhan cukup padat sejak pagi hari. Jalur menuju dermaga LCM terlihat dipenuhi truk yang hendak menyeberang menuju Bali.
Seiring berjalannya waktu, jumlah kendaraan yang datang ke pelabuhan semakin meningkat. Tidak hanya truk logistik, sejumlah bus antar kota juga mulai berdatangan.
Sebagian kendaraan yang tidak dapat langsung masuk ke area pelabuhan diarahkan menuju buffer zone di kawasan Dermaga Bulusan untuk menunggu giliran penyeberangan.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko menjelaskan bahwa secara umum jumlah pemudik yang menyeberang melalui pelabuhan tersebut masih tergolong normal.
Namun dalam beberapa hari terakhir, kendaraan logistik terlihat mulai mendominasi aktivitas penyeberangan.
“Pada awal peningkatan ini yang terlihat paling banyak adalah kendaraan logistik. Pemudik memang sudah ada, tetapi jumlahnya belum terlalu banyak,” ujarnya.
Arief memperkirakan para sopir truk sengaja beroperasi lebih awal untuk mengejar waktu sebelum pembatasan kendaraan berat diberlakukan selama masa angkutan Lebaran.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh ASDP Ketapang, jumlah kendaraan logistik yang menyeberang dari Ketapang menuju Bali memang cukup besar.
Dari total kendaraan roda empat yang menyeberang, sekitar 75 persen di antaranya merupakan truk logistik.
“Para sopir kemungkinan ingin menyeberang lebih awal sebelum pembatasan kendaraan berat mulai diberlakukan pada Jumat siang (13/3),” jelasnya.
Setelah masa pembatasan diberlakukan, pihak ASDP akan lebih memprioritaskan kendaraan pribadi serta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Setelah itu kami akan lebih fokus melayani kendaraan pribadi dan pemudik. Untuk saat ini yang paling dominan masih kendaraan logistik,” tambah Arief.
Data operasional ASDP menunjukkan bahwa sejak Selasa malam (10/3) hingga Jumat pagi kemarin terdapat sekitar 2.479 truk yang menyeberang dari arah Ketapang menuju Bali.
Jumlah tersebut mencapai sekitar 59 persen dari total kendaraan roda empat yang menyeberang, yakni sebanyak 4.194 unit kendaraan.
Sementara itu, meskipun arus mudik belum terlalu padat, sejumlah masyarakat sudah mulai memilih pulang lebih awal ke kampung halaman.
Salah satunya adalah Alin (22), seorang mahasiswi asal Singaraja yang sedang menempuh pendidikan di Malang.
Ia mengatakan biasanya pulang ke Bali sekitar H-7 Lebaran. Namun tahun ini ia memutuskan pulang lebih awal karena kegiatan kampus telah selesai.
“Biasanya pulang seminggu sebelum Lebaran. Kebetulan kegiatan kampus sudah selesai, jadi pulang lebih awal supaya bisa lebih lama di rumah,” ujarnya.
Di sisi lain, dari arah sebaliknya yakni Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang, sejumlah pemudik yang menyeberang tampak didominasi oleh para santri yang hendak pulang ke daerah asal.
Salah satunya adalah Hasan (19), santri yang menimba ilmu di sebuah pesantren di Klungkung.
Ia mengaku memilih pulang lebih awal bersama beberapa temannya karena pondok pesantren tempatnya belajar sudah memasuki masa libur menjelang Lebaran.
“Di Gilimanuk sudah mulai ramai. Mumpung belum terlalu padat, kami memilih pulang lebih dulu,” ujarnya.
Hasan bersama beberapa temannya yang berasal dari Jember berharap dapat tiba di kampung halaman dengan lancar sebelum arus mudik semakin padat dalam beberapa hari ke depan.
Dengan meningkatnya aktivitas kendaraan logistik dan mulai munculnya pemudik awal, Pelabuhan Ketapang diperkirakan akan semakin ramai menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin