Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Korlantas Gunakan Drone dan ETLE Pantau Arus Mudik di Operasi Ketupat 2026

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:15 WIB

AKSES CEPAT. Pengelola tol Makassar mulai mengantisipasi lonjakan pengguna menjelang musim mudik dan balik Lebaran 2026.
AKSES CEPAT. Pengelola tol Makassar mulai mengantisipasi lonjakan pengguna menjelang musim mudik dan balik Lebaran 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memanfaatkan berbagai infrastruktur teknologi untuk memantau arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan teknologi yang digunakan mencakup sistem tilang elektronik atau ETLE, drone pemantau, serta kamera tubuh (body cam) yang dipasang pada personel di lapangan.

“Kami akan memantau menggunakan ETLE, drone, dan bahkan ada body cam yang nanti akan menempel pada personel untuk melayani masyarakat, baik yang ada di jalan tol, arteri, termasuk tempat-tempat pelabuhan,” ujar Agus di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Dalam kunjungannya ke Command Center KM 29 di Cikarang, Bekasi, Agus menjelaskan bahwa lokasi tersebut menjadi pusat kendali utama pemantauan arus kendaraan selama operasi berlangsung. Dari titik ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time serta menentukan kapan rekayasa lalu lintas perlu diberlakukan.

“Ketika nanti terjadi bangkitan arus, khususnya di jalan tol, kami bisa memantau di sini kapan manajemen rekayasa lalu lintas itu akan dieksekusi,” katanya.

Ia mencontohkan apabila radar mendeteksi kepadatan kendaraan hingga 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut di KM 47, maka petugas akan segera menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow.

Agus menegaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas tidak dilakukan berdasarkan prediksi semata, melainkan berdasarkan kondisi riil yang terpantau melalui sistem pemantauan di Command Center.

Selain itu, Korlantas juga menyiapkan Drone Patroli Presisi untuk memantau arus lalu lintas dari udara serta membantu penindakan pelanggaran. Sementara itu, sekitar 30 body cam akan digunakan personel patroli guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di jalan.

“Personel tidak hanya membangunkan pemudik yang beristirahat di bahu jalan tol, tetapi juga memberikan makanan ringan atau buah agar mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” kata Agus.

Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan. Polri juga menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk membantu masyarakat selama periode mudik.

Pengamanan turut difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, serta destinasi wisata.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#korlantas polri #operasi ketupat 2026 #Arus Mudik