Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arus Mudik Gilimanuk–Ketapang Melonjak 13 Maret 2026, Antrean Kendaraan Mengular 2 Km Jelang Nyepi

Ali Sodiqin • Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:27 WIB

SEMAKIN MENGULAR: Antrean kendaraan yang akan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (13/3/2026).
SEMAKIN MENGULAR: Antrean kendaraan yang akan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, Jumat (13/3/2026).

RADARBANYUWANGI.ID - Pergerakan arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa melalui penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan lonjakan drastis.

Hingga update Jumat (13/3/2026), antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Ribuan kendaraan memadati areal pelabuhan sejak beberapa hari terakhir. Kepadatan didominasi sepeda motor dan mobil pribadi milik pemudik yang hendak kembali ke Pulau Jawa sebelum penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Pantauan di lokasi pada Kamis (12/3/2026), seluruh kantong parkir di dalam pelabuhan tampak penuh sesak oleh kendaraan.

Tidak hanya sepeda motor dan mobil penumpang, deretan bus hingga truk logistik juga memenuhi area pelabuhan.

Antrean kendaraan berat bahkan dilaporkan memanjang hingga kawasan Pasar Gilimanuk atau sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Lebih dari 27 Ribu Penumpang Menyeberang

Data produksi penyeberangan selama 24 jam hingga Rabu (11/3/2026) menunjukkan lonjakan aktivitas yang cukup signifikan.

Dalam periode tersebut tercatat 27.178 penumpang telah menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa melalui jalur Gilimanuk–Ketapang.

Sementara itu jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 8.873 unit, dengan rincian:

Lonjakan kendaraan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat yang ingin meninggalkan Bali sebelum pemberlakuan pembatasan operasional penyeberangan menjelang Hari Raya Nyepi.

Pemudik Antre Hingga Lima Jam

Lonjakan volume kendaraan mulai terasa sejak Selasa (10/3/2026) sore hingga Rabu (11/3/2026) pagi. Antrean panjang didominasi kendaraan pribadi para pemudik serta angkutan barang.

Banyak pengendara harus menunggu berjam-jam untuk bisa naik ke kapal penyeberangan.

“Antre dari jam empat subuh, sampai hampir jam delapan pagi ini belum juga menyeberang,” keluh Abdul Kholik, pemudik asal Kediri yang sedang menempuh perjalanan pulang bersama keluarganya.

Pada saat puncak kepadatan, waktu tunggu kendaraan untuk masuk kapal bahkan diperkirakan mencapai lima jam.

Truk Kejar Waktu Sebelum Pembatasan

Selain pemudik, lonjakan kendaraan juga dipicu oleh meningkatnya aktivitas angkutan barang.

Banyak truk logistik berupaya menyeberang lebih awal karena khawatir terjebak aturan pembatasan kendaraan barang yang mulai berlaku Jumat (13/3/2026).

Pembatasan tersebut menyasar kendaraan truk sumbu tiga atau lebih, kendaraan gandengan atau tempelan, serta kendaraan pengangkut material bangunan.

“Kalau tidak cepat pulang sekarang, keburu dilarang lewat nanti,” ujar Eko, sopir tronton tujuan Surabaya yang ikut mengantre di jalur kendaraan berat.

ASDP Siagakan 55 Kapal

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengonfirmasi adanya lonjakan signifikan kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa.

Menurutnya, antrean kendaraan mulai berkurang pada Rabu siang setelah operasional penyeberangan ditingkatkan.

Untuk mengurai kepadatan, ASDP kini menyiagakan 55 kapal yang dioperasikan secara bergantian di lintasan Gilimanuk–Ketapang.

“Kami memprioritaskan kendaraan roda dua dan mobil kecil agar arus pemudik bisa bergerak lebih cepat,” ujar Didi.

Puncak Mudik Diprediksi 15–16 Maret

ASDP memperkirakan puncak arus kendaraan akan terjadi pada Minggu (15/3/2026) hingga Senin (16/3/2026).

Periode tersebut diperkirakan menjadi kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk menyeberang sebelum operasional pelabuhan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal agar tidak terjebak antrean panjang, mengingat akan ada penutupan sementara operasional pelabuhan saat Nyepi,” tambah Didi.

Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi yang membuat aktivitas di Bali berhenti total selama 24 jam.

Dengan kondisi antrean yang masih berpotensi meningkat, masyarakat yang hendak menyeberang melalui jalur Gilimanuk–Ketapang diminta memperhitungkan waktu perjalanan serta memantau perkembangan arus penyeberangan sebelum berangkat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#asdp gilimanuk #antrean Pelabuhan Gilimanuk #arus mudik Gilimanuk Ketapang #penyeberangan Gilimanuk Ketapang #mudik Bali Jawa 2026 #arus mudik Nyepi #antrean kendaraan pelabuhan