RADARBANYUWANGI.ID - Arus mudik Idul Fitri 2026 mulai memadati jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali.
Lonjakan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa membuat antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer.
Kemacetan panjang ini bahkan membuat sebagian pemudik terjebak di perjalanan selama berjam-jam.
Salah satu pemudik, Rohmat, mengaku harus menempuh perjalanan jauh lebih lama dari biasanya akibat kemacetan menuju pelabuhan.
Pemudik Terjebak Macet Hingga 10 Jam
Rohmat mengatakan dirinya berangkat dari Denpasar menuju Yogyakarta menggunakan bus pada Jumat (13/3/2026) sore.
Namun perjalanan mudik yang semestinya lancar berubah menjadi sangat lama karena kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.
“Berangkat dari Denpasar jam 15.00 Wita naik bus mau ke Yogya. Tertahan macet di jalur ke Pelabuhan Gilimanuk sekitar 10 jam,” kata Rohmat, Sabtu (14/3/2026).
Bus yang ditumpanginya baru tiba di kawasan pelabuhan pada Sabtu dini hari.
Setelah menunggu cukup lama, kendaraan tersebut baru bisa melakukan penyeberangan menuju Pulau Jawa sekitar pukul 05.00 Wita.
“Baru sampai Gilimanuk dan bisa menyebrang sekitar jam 05.00 Wita,” ujarnya.
Padahal dalam kondisi normal, perjalanan dari Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar empat jam.
Antrean Kendaraan Capai 22 Kilometer
Kemacetan panjang menuju pelabuhan juga dibenarkan oleh warga Negara, I Gusti Ngurah Yogi.
Menurutnya, antrean kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Sabtu pagi sudah mencapai wilayah Tuwed di Kecamatan Melaya.
“Ya sebelum pertigaan Cekik, perbatasan Negara dengan Melaya. Antreannya sudah sampai Tuwed,” kata Yogi.
Ia memperkirakan panjang antrean kendaraan dari pelabuhan hingga titik tersebut mencapai sekitar 22 kilometer.
Antrean panjang tersebut didominasi kendaraan pribadi, bus antarkota, serta truk logistik yang hendak menyeberang menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Lonjakan Pemudik Picu Kepadatan
Kepadatan kendaraan menuju pelabuhan tidak terlepas dari meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Setiap tahun, jalur penyeberangan Selat Bali yang menghubungkan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang menjadi salah satu titik krusial arus mudik.
Jalur ini merupakan pintu utama transportasi darat antara Pulau Bali dan Pulau Jawa.
Menjelang Lebaran, volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut biasanya meningkat tajam.
Jalur Denpasar–Gilimanuk Jadi Titik Rawan Macet
Kepadatan lalu lintas juga terjadi di sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan Denpasar dengan Gilimanuk.
Beberapa titik rawan kemacetan antara lain:
- wilayah Melaya
- pertigaan Cekik
- jalur menuju pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk
Lonjakan kendaraan membuat arus lalu lintas melambat hingga menyebabkan antrean panjang.
Selain kendaraan pemudik, truk logistik yang tetap beroperasi juga ikut menambah kepadatan jalur tersebut.
Operator Penyeberangan Siapkan Armada
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan puluhan kapal yang beroperasi di lintasan Gilimanuk–Ketapang.
Armada kapal tersebut dioperasikan secara bergantian untuk mempercepat proses penyeberangan kendaraan dan penumpang.
Namun karena tingginya volume kendaraan yang datang bersamaan, antrean kendaraan tetap tidak dapat dihindari.
Pemudik Diminta Atur Waktu Perjalanan
Pihak otoritas pelabuhan mengimbau masyarakat yang hendak mudik melalui jalur Bali–Jawa untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik.
Pemudik juga diminta memantau kondisi lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar arus kendaraan tetap tertib.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan menjelang puncak mudik Lebaran, kepadatan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin