RADARBANYUWANGI.ID - Arus mudik Idul Fitri 2026 di jalur Bali menuju Pulau Jawa mulai menunjukkan kepadatan tinggi. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana bahkan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer.
Kepadatan tersebut dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, ditambah masih adanya kendaraan berat seperti truk sumbu tiga yang melintas di jalur utama.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 08.00 Wita menunjukkan antrean kendaraan sudah mencapai wilayah Tuwed, Kecamatan Melaya.
Dari titik tersebut hingga area pelabuhan, panjang antrean diperkirakan mencapai sekitar 25 kilometer.
Titik Penumpukan Kendaraan Terjadi di Wilayah Tertentu
Menariknya, kondisi lalu lintas tidak sepenuhnya padat sepanjang jalur menuju pelabuhan.
Saat memasuki kawasan Pasar Melaya hingga pertigaan Hutan Cekik, arus kendaraan justru terpantau lebih lengang.
Hal ini menunjukkan adanya titik penumpukan kendaraan atau bottleneck di beberapa lokasi tertentu yang membuat antrean kendaraan memanjang.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan tersendat di beberapa titik, sementara di ruas lain relatif lancar.
Pemudik Terjebak Macet Berjam-jam
Sejumlah pemudik mengaku harus menempuh perjalanan lebih lama dari biasanya akibat kemacetan di jalur menuju Gilimanuk.
Salah satunya Yogik, pemudik asal Banyuwangi yang hendak kembali ke Jawa melalui Gilimanuk.
Ia mengatakan telah berangkat dari Denpasar sejak Jumat sore. Namun karena kelelahan membawa anak-anak, ia memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di wilayah Negara.
“Tadi berangkat lagi jam 03.00 Wita, ini jam 08.30 Wita baru sampai pertigaan Hutan Cekik. Sempat terjebak macet parah di wilayah Melaya,” tutur Yogik.
Perjalanan yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu beberapa jam menjadi jauh lebih lama karena kepadatan kendaraan.
Pemudik Sempat Mengira Macet Hingga Pelabuhan
Cerita serupa juga disampaikan oleh pemudik lainnya, Lukman Hadi, yang hendak menuju Situbondo.
Ia mengaku sempat berhenti beristirahat di Melaya karena mengira kemacetan akan terus berlanjut hingga pelabuhan.
“Saya kira macetnya panjang sekali jadi istirahat dulu di Melaya. Ternyata setelah jalan lagi, di Melaya sampai Gilimanuk justru sudah lengang,” kata Lukman.
Truk Sumbu Tiga Jadi Penyebab Kemacetan
Selain meningkatnya jumlah pemudik, keberadaan truk besar di jalur Denpasar–Gilimanuk menjadi salah satu faktor yang memperparah kepadatan lalu lintas.
Truk tronton atau kendaraan sumbu tiga membuat kendaraan kecil sulit mendahului sehingga memperlambat arus kendaraan secara keseluruhan.
Di sisi lain, beberapa sopir truk yang tertidur saat antre juga sempat menyebabkan kendaraan di belakangnya tidak dapat bergerak.
Situasi tersebut membuat antrean kendaraan semakin panjang.
Kendaraan Trouble Juga Memperparah Situasi
Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati menjelaskan bahwa kendaraan yang mengalami masalah teknis juga turut memperburuk kondisi lalu lintas.
Ia menyebut sempat terjadi insiden truk trailer mengalami kendala di jalur sebelum memasuki kawasan Hutan Cekik.
“Kemarin malam ada truk trailer yang mengalami kendala sebelum masuk wilayah Hutan Cekik. Itu menghambat lalu lintas,” jelasnya.
Menurut Citra, kendaraan tersebut sudah diperbaiki dan dipindahkan agar tidak lagi menghambat arus lalu lintas.
Polisi Terapkan Pengaturan Kendaraan
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian bersama instansi terkait mulai menerapkan sejumlah strategi pengaturan kendaraan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Mengarahkan truk besar masuk ke kantong parkir UPPKB Cekik Gilimanuk
- Mengarahkan sepeda motor dan mobil pribadi menuju kantong parkir Terminal Cargo Gilimanuk
- Mengatur antrean kendaraan menuju pelabuhan
Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan menuju pelabuhan lebih tertib dan tidak saling menyalip.
Operasional Kapal Ditambah
Selain pengaturan kendaraan, pihak pelabuhan juga menambah armada kapal penyeberangan di jalur Selat Bali yang menghubungkan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang.
Saat ini sekitar 32 kapal telah dioperasikan untuk melayani penyeberangan kendaraan dan penumpang.
Selain itu, sistem TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) juga telah diberlakukan dengan empat kapal yang beroperasi secara bergantian untuk mempercepat proses penyeberangan.
Truk Sumbu Tiga Mulai Dibatasi
Citra menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah kepolisian daerah di Bali untuk membatasi operasional truk sumbu tiga.
Koordinasi dilakukan dengan kepolisian di wilayah:
- Denpasar
- Badung
- Tabanan
“Kami sudah koordinasi lintas sektoral untuk membatasi truk, terutama sumbu tiga. Hari ini arus sudah mulai lebih lancar,” ujarnya.
Pemudik Diminta Ikuti Arahan Petugas
Pihak kepolisian juga mengimbau para pemudik untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Pemudik diminta tidak mengambil jalur berlawanan atau melakukan manuver berbahaya yang dapat memperparah kemacetan.
Selain itu, pengendara juga diingatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan.
“Sebisa mungkin masyarakat mengikuti arahan petugas, jangan ngeblong atau mengambil jalur berlawanan. Perhatikan kesiapan kendaraan agar tidak trouble di jalan,” pungkas Citra. (*)
Editor : Ali Sodiqin