RADARBANYUWANGI.ID - Arus mudik Idul Fitri 2026 di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan tren berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Memasuki H-8 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa mengalami penurunan cukup tajam.
Namun sebaliknya, arus penumpang dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang justru meningkat.
Data tersebut dihimpun dari Posko Gilimanuk yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk.
Penumpang Gilimanuk ke Jawa Turun 30,5 Persen
Berdasarkan data operasional selama 24 jam pada periode 13 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, tercatat sebanyak 37.877 orang menyeberang dari Bali menuju Jawa.
Jumlah tersebut turun cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 54.478 penumpang.
Jika dihitung secara persentase, penurunan arus penumpang mencapai 30,5 persen.
Penurunan tersebut juga terlihat pada jumlah kendaraan yang keluar dari Bali melalui jalur penyeberangan Selat Bali.
Kendaraan Keluar Bali Ikut Menurun
Total kendaraan yang menyeberang dari Gilimanuk menuju Ketapang pada H-8 Lebaran tercatat 12.176 unit.
Angka ini turun 25,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 16.305 unit kendaraan.
Rincian Kendaraan dari Bali ke Jawa
- Sepeda motor: 066 unit (turun 34,9 persen dari 9.316 unit)
- Mobil pribadi: 573 unit (turun 10,8 persen dari 4.004 unit)
- Truk: 154 unit (turun tipis 0,8 persen dari 2.172 unit)
- Bus: 383 unit (turun 52,9 persen dari 813 unit)
Penurunan paling drastis terjadi pada kendaraan bus yang turun lebih dari setengah dibandingkan tahun lalu.
Total Penumpang H-10 hingga H-8 Turun
Manager Usaha PT ASDP Cabang Gilimanuk, Didi Juliansyah, menjelaskan bahwa secara kumulatif jumlah penumpang yang meninggalkan Bali juga mengalami penurunan.
Menurutnya, dalam periode H-10 hingga H-8 Lebaran, total penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk ke Jawa mencapai 97.572 orang.
Jumlah tersebut turun 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 121.874 penumpang.
“Secara akumulatif, sejak H-10 hingga H-8, total penumpang yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk berjumlah 97.572 orang, turun 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).
Arus dari Jawa ke Bali Justru Naik
Berbeda dengan kondisi di Gilimanuk, arus penumpang dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang justru menunjukkan tren peningkatan.
Pada periode H-8 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk tercatat 26.173 orang.
Angka ini naik 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 24.640 penumpang.
Kenaikan tersebut menunjukkan masih tingginya mobilitas masyarakat menuju Bali menjelang libur panjang Lebaran.
Kendaraan Logistik dan Bus Meningkat
Meski jumlah penumpang meningkat, kendaraan pribadi dari Jawa menuju Bali justru mengalami sedikit penurunan.
Rincian Kendaraan Masuk Bali
- Sepeda motor: 561 unit (turun 7,3 persen)
- Mobil pribadi: 565 unit (turun 7,3 persen)
Sebaliknya, kendaraan logistik dan transportasi umum mengalami peningkatan.
- Truk: 604 unit (naik 10,8 persen dari 2.350 unit)
- Bus: 635 unit (naik 7,4 persen dari 591 unit)
Secara keseluruhan, total kendaraan yang masuk ke Bali pada H-8 mencapai 5.365 unit atau meningkat 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ratusan Trip Kapal Beroperasi
Untuk mengantisipasi lonjakan arus penyeberangan, operator pelabuhan telah meningkatkan jumlah perjalanan kapal.
Dalam 24 jam terakhir tercatat:
- 220 trip pelayaran dari Pelabuhan Gilimanuk
- 231 trip pelayaran dari Pelabuhan Ketapang
Saat ini, aktivitas penyeberangan di Selat Bali terus ditingkatkan untuk memastikan arus mudik dan distribusi logistik berjalan lancar.
“Pada Sabtu (14/3/2026), di Selat Bali tengah dioperasikan sekitar 31 armada kapal. Saat ini kami sudah masuk pada pola sangat padat,” jelas Didi.
Antisipasi Lonjakan Mendekati Lebaran
Meski saat ini terjadi penurunan arus penumpang dari Bali ke Jawa, pihak pelabuhan tetap bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan menjelang puncak mudik.
Biasanya, peningkatan signifikan terjadi pada beberapa hari terakhir sebelum Lebaran ketika masyarakat mulai meninggalkan tempat kerja untuk pulang ke kampung halaman.
Karena itu, operator penyeberangan bersama otoritas pelabuhan terus memantau pergerakan kendaraan dan penumpang agar layanan penyeberangan tetap aman dan lancar selama musim mudik Lebaran 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin