Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Andrie Yunus: Aktivis KontraS yang Vokal Bela HAM, Kini Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Jakarta

Ali Sodiqin • Jumat, 13 Maret 2026 | 22:59 WIB

Wakil Koordinator Bidang Eksternal Badan Pekerja KontraS, Andrie Yunus, sebelum jadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.
Wakil Koordinator Bidang Eksternal Badan Pekerja KontraS, Andrie Yunus, sebelum jadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Andrie Yunus dikenal luas di kalangan aktivis hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Ia merupakan salah satu penggerak organisasi masyarakat sipil yang konsisten mengadvokasi berbagai kasus pelanggaran HAM melalui Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal Badan Pekerja KontraS, Andrie dikenal aktif menyuarakan berbagai isu penting terkait pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, hingga perlindungan kebebasan sipil.

Namun pada Maret 2026, sosok yang selama ini berada di garis depan advokasi HAM itu justru menjadi korban kekerasan. Ia diserang dengan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Jakarta Pusat.

Photo
Photo

Kasus tersebut kini tengah diselidiki oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan mendapat perhatian luas dari masyarakat sipil maupun pemerintah.

Aktivis HAM yang Konsisten Menyuarakan Keadilan

Di dalam struktur organisasi KontraS, Andrie Yunus memiliki peran penting dalam menyampaikan sikap organisasi kepada publik. Ia sering menjadi juru bicara dalam berbagai konferensi pers, diskusi publik, hingga forum advokasi terkait isu HAM.

Sebagai organisasi masyarakat sipil, KontraS selama ini dikenal fokus mengawal berbagai kasus pelanggaran HAM, terutama yang berkaitan dengan aparat keamanan dan kekerasan negara terhadap warga sipil.

Dalam berbagai kesempatan, Andrie Yunus kerap memaparkan data dan temuan organisasi mengenai dugaan kekerasan aparat terhadap masyarakat.

Menurut catatan KontraS, ratusan kasus kekerasan yang diduga melibatkan aparat keamanan terjadi dalam satu tahun terakhir di berbagai daerah di Indonesia.

Data tersebut menjadi bagian dari upaya advokasi untuk mendorong akuntabilitas aparat serta memperkuat perlindungan terhadap hak-hak sipil masyarakat.

Fokus pada Reformasi Sektor Keamanan

Selain mengawal kasus pelanggaran HAM, Andrie Yunus juga aktif menyuarakan pentingnya reformasi sektor keamanan di Indonesia.

Isu tersebut meliputi berbagai aspek, seperti:

Bagi Andrie, reformasi sektor keamanan menjadi elemen penting dalam memastikan demokrasi berjalan secara sehat.

Ia menilai aparat keamanan harus bekerja secara profesional serta menghormati prinsip-prinsip HAM dalam menjalankan tugasnya.

Sorotan Publik Saat Protes RUU TNI

Nama Andrie Yunus sempat menjadi sorotan publik pada 2025 ketika ia bersama koalisi masyarakat sipil melakukan aksi protes terhadap pembahasan revisi Undang-Undang TNI.

Aksi tersebut terjadi ketika sejumlah aktivis menerobos rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar di sebuah hotel di Jakarta.

Mereka menilai proses pembahasan undang-undang tersebut tidak transparan dan tidak melibatkan partisipasi publik secara memadai.

Dalam aksi tersebut, Andrie bersama aktivis lainnya membentangkan poster dan menyampaikan penolakan terhadap potensi kembalinya praktik dwifungsi militer dalam pemerintahan.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memicu diskusi luas mengenai reformasi militer di Indonesia.

Pernah Mengalami Intimidasi

Setelah aksi protes tersebut, Andrie Yunus mengaku sempat menerima berbagai bentuk intimidasi.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya menerima beberapa panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.

Selain itu, kantor KontraS juga sempat didatangi oleh orang tidak dikenal pada tengah malam.

Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan aktivis HAM mengenai keamanan para pembela HAM yang aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.

Meski demikian, Andrie tetap aktif menjalankan aktivitas advokasi bersama organisasi masyarakat sipil lainnya.

Serangan Penyiraman Air Keras

Insiden kekerasan yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan dari KontraS, saat itu Andrie baru saja mengikuti kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membahas isu remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.

Ketika melintas di kawasan Salemba, dua orang tidak dikenal tiba-tiba menyerangnya dengan menyiramkan cairan yang diduga air keras.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh korban, terutama mata, wajah, dada, dan tangan.

“Korban berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” ujarnya.

Pakaian yang dikenakan Andrie bahkan dilaporkan langsung meleleh setelah terkena cairan tersebut.

Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri menuju arah Jalan Salemba Raya.

Luka Bakar 24 Persen

Setelah kejadian, Andrie sempat ditolong oleh warga sekitar sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut tim dokter, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya.

Ia saat ini menjalani perawatan intensif serta tindakan medis, termasuk operasi mata untuk mengganti jaringan yang rusak akibat cairan kimia tersebut.

Penanganan medis melibatkan sejumlah dokter dari berbagai spesialisasi, termasuk spesialis mata, THT, saraf, kulit, serta organ dalam.

Kapolri Beri Atensi Khusus

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan penyidik telah melakukan langkah awal berupa pengamanan tempat kejadian perkara serta pengumpulan barang bukti.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan polisi terkait dugaan penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Polri dalam penegakan hukum akan melakukan langkah-langkah secara scientific crime investigation dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti yang relevan,” ujar Johnny.

Polri juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk membantu proses penyelidikan.

Pemerintah Kecam Serangan

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai turut mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut.

Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan tindakan kekerasan maupun premanisme terhadap siapa pun.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sistem demokrasi tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan.

Pigai juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan.

Aktivis yang Tetap Konsisten

Selama bertahun-tahun berkiprah di dunia advokasi HAM, Andrie Yunus dikenal sebagai salah satu aktivis yang konsisten memperjuangkan perlindungan kebebasan sipil dan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.

Melalui aktivitasnya di KontraS, ia terus mendorong reformasi sektor keamanan serta memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas negara.

Peristiwa penyiraman air keras yang menimpanya kini menjadi perhatian luas masyarakat sipil di Indonesia.

Banyak pihak berharap kasus tersebut dapat diungkap secara terang dan para pelakunya segera diproses secara hukum. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kasus Andrie Yunus Jakarta #penyiraman air keras aktivis HAM #profil Andrie Yunus #advokasi HAM Indonesia #aktivis HAM KontraS #Andrie Yunus KontraS