Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jadwal Nyepi 2026: Bali Tutup Total 24 Jam, Bandara, Jalan hingga Aktivitas Wisata Dihentikan

Ali Sodiqin • Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00 WIB

Nyepi 2026 jatuh 19 Maret. Bali tutup total 24 jam dari 19 Maret 05.59 hingga 20 Maret 06.00. Semua aktivitas di Bali dihentikan.
Nyepi 2026 jatuh 19 Maret. Bali tutup total 24 jam dari 19 Maret 05.59 hingga 20 Maret 06.00. Semua aktivitas di Bali dihentikan.

RADARBANYUWANGI.ID - Pulau Bali akan memasuki masa hening total selama 24 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi 2026.

Pada hari suci umat Hindu tersebut, seluruh aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan wisata dan transportasi, dihentikan sepenuhnya.

Berdasarkan kalender nasional, perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Perayaan Nyepi berlangsung mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.59 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

Selama rentang waktu tersebut, Pulau Bali benar-benar berada dalam kondisi sunyi tanpa aktivitas.

Seluruh kegiatan publik, perjalanan, hingga operasional pariwisata dihentikan untuk menghormati hari suci umat Hindu tersebut.

Bali Sepi Total, Jalanan hingga Bandara Ditutup

Saat Nyepi berlangsung, hampir seluruh aktivitas di Bali dihentikan. Jalanan yang biasanya ramai kendaraan akan kosong tanpa lalu lalang manusia maupun kendaraan.

Bandara internasional utama di Bali, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, juga menutup seluruh operasional penerbangan selama 24 jam penuh.

Penutupan ini berlaku untuk seluruh penerbangan domestik maupun internasional. Tidak ada pesawat yang lepas landas maupun mendarat selama perayaan Nyepi berlangsung.

Selain bandara, pelabuhan laut, objek wisata, pusat perbelanjaan, restoran, serta berbagai fasilitas publik lainnya juga menghentikan operasional.

Kondisi ini menjadikan Bali sebagai satu-satunya wilayah di dunia yang benar-benar “berhenti” beraktivitas selama satu hari penuh.

Makna Nyepi bagi Umat Hindu

Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu. Perayaan ini mengikuti penanggalan Saka yang dimulai sejak tahun 78 Masehi dan berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan secara umum.

Bagi umat Hindu, Nyepi bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momentum untuk melakukan penyucian diri, introspeksi, serta memperbaiki hubungan manusia dengan alam semesta.

Hari suci ini juga dimaknai sebagai proses penyucian alam semesta atau Bhuana Agung, sekaligus penyucian diri manusia yang disebut Bhuana Alit.

Suasana sunyi dan tanpa aktivitas diharapkan dapat membantu umat melakukan perenungan mendalam atau mulatsalira, yaitu melihat kembali perjalanan hidup serta memperbaiki diri di tahun yang baru.

Empat Pantangan Catur Brata Penyepian

Selama Nyepi, umat Hindu menjalankan empat pantangan utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian.

Pertama adalah Amati Geni, yaitu tidak menyalakan api atau cahaya, termasuk penggunaan listrik secara berlebihan.

Kedua adalah Amati Karya, yakni tidak melakukan aktivitas pekerjaan maupun kegiatan fisik.

Ketiga adalah Amati Lelungan, yang berarti tidak bepergian atau keluar rumah.

Keempat adalah Amati Lelanguan, yaitu tidak melakukan hiburan atau kegiatan yang bersifat kesenangan.

Dengan menjalankan keempat pantangan tersebut, umat Hindu diharapkan dapat memusatkan diri pada refleksi spiritual dan penyucian batin.

Rangkaian Ritual Sebelum Nyepi

Sebelum memasuki Hari Raya Nyepi, terdapat sejumlah rangkaian ritual yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Salah satu yang paling dikenal adalah Melasti, yaitu prosesi penyucian diri dan benda-benda sakral ke sumber air seperti laut, danau, atau mata air.

Dalam ritual ini, umat Hindu memohon pembersihan diri dari energi negatif serta memohon kesucian menjelang Tahun Baru Saka.

Setelah itu, digelar ritual Bhuta Yajna atau Pengerupukan, yang biasanya dilaksanakan sehari sebelum Nyepi.

Pada malam pengerupukan, masyarakat Bali akan mengarak patung raksasa yang dikenal sebagai Ogoh-Ogoh di berbagai wilayah.

Arak-arakan tersebut melambangkan upaya mengusir Bhuta Kala, yaitu simbol energi negatif yang diyakini dapat mengganggu keseimbangan alam.

Setelah Nyepi: Tradisi Ngembak Geni

Setelah masa hening selama 24 jam berakhir, umat Hindu akan memasuki tradisi Ngembak Geni pada keesokan harinya.

Dalam tradisi ini, masyarakat saling mengunjungi keluarga, kerabat, maupun tetangga untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.

Ngembak Geni juga menjadi simbol dimulainya kehidupan baru setelah proses penyucian diri selama Nyepi.

Masyarakat menyambut Tahun Baru Saka dengan semangat baru, kedamaian, serta harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Imbauan bagi Wisatawan

Bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berada di Bali saat Nyepi, pemerintah daerah biasanya mengimbau agar menghormati aturan yang berlaku selama hari suci tersebut.

Wisatawan diminta tetap berada di area hotel atau penginapan serta menghindari aktivitas di luar ruangan.

Banyak hotel di Bali juga menyesuaikan layanan mereka selama Nyepi, seperti membatasi penggunaan lampu dan aktivitas hiburan.

Dengan aturan tersebut, perayaan Nyepi tetap dapat berlangsung khidmat sekaligus menjadi pengalaman unik bagi wisatawan yang menyaksikan Bali dalam kondisi sunyi total selama satu hari penuh. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Nyepi 2026 Bali #jadwal Nyepi 2026 #bandara Bali tutup Nyepi #hari raya nyepi #Bali tutup saat Nyepi #Catur Brata Penyepian