Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Kurangi Kemacetan di Simpang Bawen

Ali Sodiqin • Senin, 9 Maret 2026 | 15:00 WIB

Sekda Jawa Tengah Sumarno sebut pengoperasian fungsional ruas tol Bawen–Ambarawa menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi di simpang Bawen.
Sekda Jawa Tengah Sumarno sebut pengoperasian fungsional ruas tol Bawen–Ambarawa menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi di simpang Bawen.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah berencana memfungsikan sementara ruas Jalan Tol Bawen–Yogyakarta pada segmen Bawen–Ambarawa saat arus mudik Lebaran 2026.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Bawen, Kabupaten Semarang.

Pemudik nantinya dapat memanfaatkan jalur tol tersebut dan keluar melalui Gerbang Tol Ambarawa untuk melanjutkan perjalanan menuju wilayah selatan maupun kawasan wisata di sekitar Danau Rawa Pening.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pengoperasian fungsional ruas tol tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi di simpang Bawen.

Menurutnya, simpang Bawen selama ini menjadi titik rawan kepadatan kendaraan, terutama saat musim libur panjang maupun arus mudik Lebaran.

“Dengan difungsikannya ruas tol Bawen–Ambarawa ini, diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan di pintu tol Bawen,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, keberadaan jalur tersebut bisa membantu mengurangi bottle neck atau penyempitan arus lalu lintas yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

“Jadi sudah bisa mengurangi bottle neck yang ada di Bawen,” ujarnya.

Pemprov Jateng Terima Ganti Rugi Lahan Tol

Pernyataan tersebut disampaikan Sumarno saat menghadiri kegiatan Pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan Hak Atas Tanah Pengadaan Tanah Jalan Tol Yogyakarta–Bawen di Semarang, Senin (2/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) atas lahan milik pemerintah daerah yang terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Nilai ganti rugi yang diterima mencapai:

Lahan tersebut berada di kawasan SMK Negeri 1 Bawen, tepatnya di Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Sumarno menegaskan, Pemprov Jawa Tengah akan terus mendukung program pembangunan infrastruktur strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat, termasuk proyek Jalan Tol Bawen–Yogyakarta.

“Kalau dari tanah-tanah yang akan digunakan ternyata milik Pemprov Jateng, tentu akan kita lepas sesuai mekanisme yang seharusnya,” jelasnya.

Tanah Pengganti Diharapkan Dekat Sekolah

Lebih lanjut Sumarno menjelaskan, lahan yang terdampak pembangunan jalan tol tersebut merupakan tanah yang sebelumnya digunakan untuk kepentingan pendidikan.

Karena itu, pihaknya berharap lahan pengganti yang nantinya disediakan tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.

“Karena itu digunakan untuk pembelajaran anak-anak, harapannya tanah pengganti tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah,” ujarnya.

Ia juga menilai pembangunan jalan tol Bawen–Yogyakarta akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, keberadaan jalan tol juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan tersebut.

Pembebasan Lahan Ditargetkan Rampung 2026

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Muhammad Fajri Nuqman menjelaskan bahwa lahan milik Pemprov Jawa Tengah yang terdampak proyek tol tersebut terdiri dari dua bidang.

Namun demikian, proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol secara keseluruhan masih belum selesai.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pengadaan lahan dapat rampung pada akhir tahun 2026.

“Memang untuk kebutuhan lahan tol Yogyakarta–Bawen belum semuanya terbebaskan. Kami targetkan pembebasan lahan selesai pada akhir 2026,” jelasnya.

Konstruksi Sudah Berjalan di Dua Seksi

Sementara dari sisi konstruksi, pembangunan jalan tol saat ini telah berlangsung di beberapa seksi.

Di antaranya:

Selain itu, pembangunan juga mulai dilakukan pada Seksi 2, yaitu ruas Banyurejo – Mungkid yang berada di wilayah Kabupaten Magelang.

“Hari ini mulai konstruksi untuk Seksi 2 yaitu Banyurejo sampai dengan Mungkid,” ujar Fajri.

Secara keseluruhan, proses konstruksi jalan tol Yogyakarta–Bawen diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2029.

Jika seluruh proyek telah rampung, jalan tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antara Yogyakarta dan Semarang sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan selatan Jawa Tengah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Mudik Lebaran 2026 #Tol Jawa Tengah #Kemacetan Bawen #Tol Bawen Ambarawa #tol Bawen Yogyakarta #tol yogyakarta bawen