Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Bibi Kelinci Kopitiam Kemang: Restoran Kopitiam Peranakan yang Viral Usai Kasus Hukum dengan Pelanggan

Ali Sodiqin • Sabtu, 7 Maret 2026 | 09:30 WIB

Profil Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan. Restoran konsep kopitiam Peranakan ini viral setelah kasus hukum dengan pelanggan.
Profil Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan. Restoran konsep kopitiam Peranakan ini viral setelah kasus hukum dengan pelanggan.

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Bibi Kelinci Kopitiam belakangan menjadi sorotan publik.

Restoran yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu mendadak viral setelah muncul kasus hukum antara pemilik restoran dan pelanggan terkait dugaan pencurian makanan.

Di balik kontroversi tersebut, Bibi Kelinci Kopitiam sebenarnya merupakan kedai makan dengan konsep kopitiam yang menawarkan kuliner Peranakan dan berbagai menu kopi khas Asia Tenggara.

Restoran ini berdiri pada 2023 dan berlokasi di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Sejak awal berdiri, tempat ini dikenal sebagai kafe santai yang menghadirkan suasana hangat layaknya rumah dengan sajian makanan rumahan.

Mengusung Konsep Kopitiam Peranakan

Bibi Kelinci Kopitiam mengadopsi konsep kopitiam, yaitu kedai kopi tradisional yang identik dengan budaya kuliner masyarakat Tionghoa Peranakan di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura dan Malaysia.

Konsep ini menghadirkan pengalaman makan sederhana namun hangat, dengan menu khas yang memadukan pengaruh kuliner Tionghoa dan Nusantara.

Nama “Bibi Kelinci” sendiri memiliki makna filosofis. Kata “Bibi” menggambarkan sosok yang ramah dan penuh kehangatan, seperti anggota keluarga yang memasakkan makanan rumahan bagi orang-orang terdekatnya.

Sementara itu, “Kelinci” melambangkan keberuntungan, kedamaian, umur panjang, dan kemakmuran dalam simbolisme budaya Asia.

Pemilihan nama tersebut juga mencerminkan harapan pemilik agar restoran ini menjadi tempat makan yang membawa kebahagiaan dan kenyamanan bagi para pengunjung.

Berawal dari Hobi Memasak di Rumah

Ide mendirikan restoran ini bermula dari aktivitas sederhana di rumah.

Sang pemilik sering memasak bersama keluarga dan teman-teman, hingga akhirnya muncul gagasan untuk menghadirkan menu rumahan tersebut kepada masyarakat luas.

Dari situ lahirlah Bibi Kelinci Kopitiam sebagai tempat makan yang mengusung konsep makanan rumahan dengan cita rasa khas Peranakan.

Seiring waktu, restoran ini mulai dikenal sebagai tempat nongkrong yang santai di kawasan Kemang, terutama bagi pecinta kopi dan kuliner Asia.

Menu Andalan Bibi Kelinci Kopitiam

Bibi Kelinci Kopitiam menawarkan berbagai hidangan khas kopitiam dan makanan rumahan yang cukup beragam.

Beberapa menu yang cukup dikenal antara lain:

Selain itu, restoran ini juga menyediakan berbagai minuman kopi dan makanan ringan yang cocok dinikmati saat bersantai.

Dengan konsep santai dan menu rumahan, Bibi Kelinci Kopitiam menjadi salah satu pilihan tempat makan dan nongkrong di kawasan Kemang.

Dimiliki Nabilah O’Brien

Bibi Kelinci Kopitiam dimiliki oleh Nabilah O’Brien, seorang pengusaha yang juga cukup aktif di media sosial.

Melalui restoran ini, Nabilah mencoba menghadirkan pengalaman makan yang hangat dan sederhana dengan cita rasa khas Peranakan.

Namun, nama restoran tersebut kemudian mencuat ke publik setelah muncul kasus hukum yang melibatkan pemiliknya.

Viral Karena Kasus Hukum

Pada 19 September 2025, restoran ini menjadi pusat perhatian setelah terjadi insiden antara pelanggan dan pihak restoran.

Saat itu, sepasang pelanggan memesan sekitar 11 makanan dan 3 minuman dengan total nilai sekitar Rp530.150.

Menurut laporan, pelanggan tersebut merasa pesanan mereka terlalu lama disajikan. Mereka kemudian diduga masuk ke area dapur dan mengambil pesanan makanan tanpa melakukan pembayaran.

Pihak restoran kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan insiden tersebut juga sempat diunggah ke media sosial oleh pemilik restoran.

Namun kasus ini kemudian berkembang. Pemilik restoran justru dilaporkan balik dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik terkait unggahan rekaman CCTV tersebut.

Perkembangan kasus tersebut memicu perdebatan di media sosial dan menarik perhatian publik luas.

Tetap Dikenal Sebagai Tempat Nongkrong di Kemang

Terlepas dari kontroversi yang sempat terjadi, Bibi Kelinci Kopitiam tetap dikenal sebagai salah satu kedai makan dengan konsep kopitiam di kawasan Kemang.

Dengan menu khas Peranakan, kopi tradisional, dan suasana santai, restoran ini masih menjadi pilihan bagi sebagian pengunjung yang ingin menikmati kuliner sederhana dengan nuansa hangat.

Kasus yang sempat viral tersebut juga membuat nama Bibi Kelinci Kopitiam semakin dikenal masyarakat, sekaligus membuka diskusi publik tentang dinamika hubungan antara pelanggan, pelaku usaha, dan penggunaan media sosial dalam menyikapi konflik.

Ke depan, perjalanan Bibi Kelinci Kopitiam akan menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah usaha kuliner dapat berkembang sekaligus menghadapi tantangan di era digital dan media sosial. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Bibi Kelinci Kopitiam #profil Bibi Kelinci Kopitiam #Nabilah O Brien #restoran Bibi Kelinci Kemang #kopitiam Jakarta Selatan #kasus Bibi Kelinci