RADARBANYUWANGI.ID - Kecamatan Leces di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur kembali menjadi sorotan setelah insiden Kereta Api Blambangan Ekspres menabrak truk gandeng di perlintasan JPL 13 pada Jumat (6/3/2026) dini hari.
Tragedi ini bukan yang pertama, catatan kecelakaan di wilayah tersebut menunjukkan pola yang mengkhawatirkan dan terus berulang selama satu dekade terakhir, dengan perlintasan tanpa palang pintu sebagai faktor dominan.
Menelusuri rekam jejak insiden, pada Maret 2023 sebuah mobil pikap menemper KA Wijayakusuma di perlintasan tanpa palang pintu Desa Jorongan, lokasi yang tak jauh dari insiden terbaru.
Tiga orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.
Sebelumnya, Januari 2022, seorang nenek tanpa identitas tewas tertabrak KA Sri Tanjung di perlintasan Desa Tigasan Kulon.
Korban jiwa terus berjatuhan dari tahun ke tahun.
Agustus 2021, seorang buruh tani tewas dengan tubuhnya terseret 30 meter oleh kereta di perlintasan tanpa palang pintu Desa Kerpangan.
Hanya berselang beberapa bulan sebelumnya, Februari 2021, seorang karyawan koperasi juga tewas di perlintasan tanpa palang pintu Jalan Pahlawan, Leces.
Bahkan sejak 2016, tragedi serupa sudah terjadi ketika seorang ibu dan dua anaknya tertabrak kereta di Desa Clarak, satu di antaranya meninggal di tempat kejadian.
Dari data yang dihimpun, insiden di Leces terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, termasuk perlintasan ilegal yang melintasi permukiman dan lahan pertanian warga.
Pihak berwenang dan KAI secara konsisten mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti dan memastikan jalur aman sebelum melintas.
Editor : Lugas Rumpakaadi