Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rekam Jejak Insiden Kereta Api Blambangan Ekspres, Mayoritas Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 03:42 WIB

KAI catat kenaikan 30,21 persen pelanggan Kereta Api Blambangan Ekspres hingga 446.122 orang.
KAI catat kenaikan 30,21 persen pelanggan Kereta Api Blambangan Ekspres hingga 446.122 orang.

RADARBANYUWANGI.ID - Insiden yang kembali melibatkan Kereta Api Blambangan Ekspres di perlintasan JPL 13 Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Jumat (6/3/2026) dini hari bukanlah yang pertama bagi rangkaian kereta rute Ketapang Banyuwangi–Pasar Senen tersebut.

Catatan insiden selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang konsisten, dengan mayoritas kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang akibat kelalaian pengguna jalan, bukan karena kegagalan teknis kereta api itu sendiri.

Rentetan insiden tercatat dimulai setidaknya sejak 2023.

Pada 18 Oktober 2023, kecelakaan maut terjadi di perlintasan Sukodadi, Lamongan, ketika KA Blambangan Ekspres tertemper mobil Avanza dan merenggut tiga nyawa.

Insiden serupa berulang pada 25 Juni 2024 di Candi, Sidoarjo, saat seorang perempuan berusia 61 tahun tewas tersambar kereta api.

Lima bulan sesudahnya, pada 18 November 2024, seorang remaja di Banyuwangi juga meninggal dunia setelah tertemper kereta api yang sama.

Memasuki 2025, dalam satu hari yang sama yakni 20 Januari 2025, dua kecelakaan beruntun terjadi di wilayah Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Sebuah mobil Daihatsu Sigra yang mogok di atas rel tertabrak, disusul minibus yang terperosok ke jalur rel di perlintasan Jalan Raya Gempol Keraton.

Selain kecelakaan, KA Blambangan Ekspres juga sempat terdampak banjir pada Januari 2026 yang memaksanya dialihkan melalui jalur utara di wilayah Daop 4 Semarang, serta mengalami keterlambatan akibat gangguan lokomotif di petak Ledokombo–Sempolan pada Agustus 2025.

Seluruh data tersebut menggambarkan bahwa ancaman terbesar bagi keselamatan perjalanan KA Blambangan Ekspres bukan berasal dari faktor internal, melainkan dari perlintasan sebidang yang tidak dijaga atau dilalui tanpa kehati-hatian.

KAI secara konsisten mengimbau pengguna jalan untuk wajib berhenti dan memastikan jalur aman sebelum melintas di perlintasan kereta api.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Blambangan Ekspres #insiden #perlintasan sebidang #Kereta Api