RADARBANYUWANGI.ID - Tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Simpang Empat Mlangsen, Kabupaten Kulon Progo, pada Minggu (1/3/2026) menyisakan duka mendalam.
Peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka fisik dan batin bagi para korban yang terlibat.
Di tengah suasana duka itu, sikap yang ditunjukkan H Muhammad Suryo justru menyentuh banyak pihak.
Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik rokok HS tersebut tetap menunjukkan empati mendalam meski dirinya juga sedang berduka karena kehilangan sang istri tercinta, Hj. Anis Syarifah.
Saat ini, Haji Suryo masih menjalani perawatan medis di RS JIH Yogyakarta akibat luka yang dialami dalam kecelakaan tersebut.
Biaya Pengobatan Korban Ditanggung Penuh
Meski dalam kondisi belum sepenuhnya pulih, Haji Suryo memastikan seluruh biaya pengobatan korban selamat dalam kecelakaan itu ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan miliknya, Surya Group.
Dua korban yang mendapatkan perhatian tersebut adalah Abdullah dan putranya, Deva. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.
Bahkan, keduanya ditempatkan di bangsal VVIP dengan fasilitas terbaik guna memastikan proses pemulihan berjalan maksimal.
Langkah tersebut menjadi bukti tanggung jawab yang diambil Haji Suryo terhadap para korban yang turut terdampak dalam musibah tersebut.
Pendidikan Anak Korban Dijamin hingga Perguruan Tinggi
Tidak hanya menanggung biaya pengobatan, Haji Suryo juga memastikan masa depan pendidikan Deva tetap terjamin.
Deva yang saat ini masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar akan mendapatkan jaminan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Komitmen itu disampaikan langsung oleh Haji Suryo sebagai bentuk tanggung jawab moral atas tragedi yang terjadi.
Bagi keluarga korban, jaminan tersebut menjadi kabar yang sangat mengharukan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Percakapan Video Call yang Menggetarkan
Momen penuh haru terjadi pada Selasa (3/3/2026) ketika Haji Suryo melakukan panggilan video dengan Abdullah dari ruang perawatannya.
Percakapan tersebut berlangsung emosional karena kedua pihak justru saling meminta maaf atas musibah yang terjadi.
Dengan suara lirih, Haji Suryo menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa datang menjenguk secara langsung.
“Pangapunten nggih, Pak, dhalem mboten saget sowan nggih. Kula ugi njaluk sepura yen ana salahku, mohon maaf nggih, Pak,” ucapnya dalam percakapan tersebut.
Abdullah pun membalas dengan suara bergetar.
“Sami-sami, Pak. Kawula ugi pangapunten nggih, Pak. Tidak ada yang menginginkan semua ini terjadi,” jawabnya.
Percakapan itu menjadi gambaran kuat tentang empati di tengah musibah yang sama-sama meninggalkan luka bagi kedua belah pihak.
Serahkan Motor Pengganti
Dalam percakapan tersebut, Abdullah sempat menyampaikan bahwa putranya telah menjalani operasi.
Mendengar kabar tersebut, Haji Suryo kembali menyampaikan belasungkawa serta memastikan seluruh kebutuhan medis akan ditangani dengan standar terbaik.
Selain itu, ia juga menyerahkan satu unit sepeda motor baru sebagai pengganti kendaraan Abdullah yang rusak dalam kecelakaan tersebut.
Haji Suryo menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar santunan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan.
Pesan Silaturahmi di Tengah Musibah
Di penghujung percakapan video call itu, Haji Suryo menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
Ia berharap tragedi tersebut tidak memutus hubungan antara dirinya dengan keluarga korban.
Sebaliknya, musibah itu diharapkan menjadi awal dari ikatan persaudaraan yang baru.
“Mulai saat ini, silaturahmi sebagai keluarga jangan sampai putus ya, Pak,” ujarnya.
Sikap yang ditunjukkan Haji Suryo pun menjadi sorotan publik.
Di tengah berbagai stigma negatif yang kerap melekat pada komunitas motor gede, tindakan empati dan tanggung jawab tersebut menghadirkan gambaran berbeda.
Tragedi yang menyisakan luka itu pada akhirnya juga memperlihatkan sisi kemanusiaan yang kuat—bahwa empati dan kepedulian tetap dapat berdiri tegak, bahkan ketika seseorang sedang berada dalam duka yang paling dalam. (*)
Editor : Ali Sodiqin