Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Probolinggo–Lumajang (Prolajang) Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Tapal Kuda, Ini Rute, Investasi, dan Dampaknya

Ali Sodiqin • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:00 WIB

Jalan Arteri Probolinggo-Lumajang serangkali mengalami kemacetan total. Rencana pembangunan Tol ProLajang diharapkan bisa jadi solusi jangka panjang jalur ekonomi di kawasan tersebut.
Jalan Arteri Probolinggo-Lumajang serangkali mengalami kemacetan total. Rencana pembangunan Tol ProLajang diharapkan bisa jadi solusi jangka panjang jalur ekonomi di kawasan tersebut.

RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Lumajang (Tol Prolajang) menjadi salah satu proyek strategis yang digadang-gadang mampu mengubah wajah ekonomi wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.

Infrastruktur sepanjang sekitar 32 kilometer tersebut dirancang untuk menghubungkan Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo di wilayah utara dengan Kabupaten Lumajang di bagian selatan.

Proyek tol ini akan dikelola oleh PT Surya Majapahit Marga Wisata dan menjadi bagian penting dari pengembangan konektivitas kawasan prioritas Bromo–Tengger–Semeru (BTS).

Keberadaan Tol Prolajang diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor pariwisata, pertanian, hingga industri pengolahan.

Masuk Proyek Prioritas Nasional Jawa Timur

Pembangunan Tol Probolinggo–Lumajang memiliki dasar hukum kuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur.

Dalam regulasi tersebut, proyek ini masuk daftar pengembangan kawasan strategis BTS yang menjadi destinasi wisata unggulan nasional.

Nilai investasi pembangunan tol diperkirakan mencapai Rp4,7 triliun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Melalui skema ini, pendanaan tidak sepenuhnya bergantung pada APBN. Pihak swasta dilibatkan dalam pembiayaan, pembangunan, sekaligus pengelolaan jalan tol.

Model KPBU dinilai mampu mempercepat realisasi proyek karena memberikan fleksibilitas investasi sekaligus mengurangi beban fiskal pemerintah.

Rute dan Panjang Jalan Tol

Tol Prolajang dirancang memiliki panjang sekitar 25–32 kilometer, dengan jalur utama sebagai berikut:

Trase tol akan mengikuti kontur wilayah dan sebagian sejajar dengan Jalan Nasional Rute 25 sebelum berakhir di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT) Lumajang.

Pintu keluar-masuk tol direncanakan berada di Kecamatan Klakah dan kawasan JLT Lumajang.

Solusi Kemacetan Jalur Nasional Rute 25

Salah satu alasan utama pembangunan Tol Prolajang adalah tingginya beban lalu lintas di Jalan Nasional Rute 25 yang selama ini menjadi satu-satunya jalur utama penghubung Lumajang–Probolinggo menuju Surabaya, Malang, maupun wilayah lain di Jawa Timur.

Sejumlah persoalan kronis di jalur tersebut antara lain:

Kondisi ini kerap menyebabkan kemacetan panjang, terutama saat arus mudik Lebaran dan libur Natal–Tahun Baru, bahkan pernah membuat jalur lumpuh total.

Kehadiran tol diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus mempercepat distribusi barang.

Tahapan Perencanaan dan Pembangunan

Perencanaan Tol Prolajang telah melalui beberapa tahapan sejak diterbitkannya Perpres 80/2019.

Pemerintah daerah sebelumnya menargetkan:

Meski target awal sempat mengarah pada operasional lebih cepat, proyek masih membutuhkan proses panjang terkait investasi dan kesiapan lahan.

Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lumajang

Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai keberadaan tol akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.

Beberapa sektor yang diprediksi berkembang pesat antara lain:

Dengan upah minimum kabupaten (UMK) yang relatif kompetitif, Lumajang diperkirakan akan menarik investor baru setelah konektivitas meningkat.

Pemda bahkan berencana menyertakan saham melalui BUMD PD Semeru dalam pengelolaan tol.

Potensi Perpanjangan Hingga Jember

Dalam rencana jangka panjang, Tol Prolajang tidak menutup kemungkinan diperpanjang hingga Kecamatan Jatiroto dan terhubung langsung dengan Kabupaten Jember.

Jika terealisasi, jalur ini akan memperkuat konektivitas ekonomi wilayah Tapal Kuda yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan baru di Jawa Timur bagian timur.

Namun untuk tahap awal, fokus pembangunan masih berada pada jalur Leces hingga Kedungjajang.

Dampak Strategis bagi Kawasan Tapal Kuda

Keberadaan Tol Probolinggo–Lumajang dinilai strategis karena:

Jika proyek berjalan sesuai rencana investasi, Tol Prolajang berpotensi menjadi tulang punggung baru mobilitas ekonomi di kawasan timur Jawa Timur sekaligus memperkuat jaringan jalan tol nasional di Pulau Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #rute Tol Prolajang #tol prolajang #Tol Probolinggo Lumajang #investasi tol Lumajang #proyek tol jawa timur #jalan tol Probolinggo Lumajang terbaru