Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Anak Korban Kecelakaan Moge di Kulon Progo Jalani Operasi, Muhammad Suryo Sampaikan Permintaan Maaf

Ali Sodiqin • Rabu, 4 Maret 2026 | 09:56 WIB

Bos rokok HS Magelang HM Suryo meminta maaf kepada pengendara motor Yamaha Jupiter MX Abdullah lewat video call. HM Suryo sendiri masih dirawat di RS JIH Jogjakarta.
Bos rokok HS Magelang HM Suryo meminta maaf kepada pengendara motor Yamaha Jupiter MX Abdullah lewat video call. HM Suryo sendiri masih dirawat di RS JIH Jogjakarta.

RADARBANYUWANGI.ID - Kondisi pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter MX, Abdullah, bersama anaknya Defa yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dengan motor gede (moge) milik pengusaha rokok HS, H. Muhammad Suryo, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Wates, Rabu (4/3/2026).

Defa diketahui mengalami patah kaki kanan terbuka akibat benturan keras dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Nasional Purworejo–Wates, tepatnya di perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu sore (1/3/2026). Anak tersebut telah menjalani operasi dan kini masih dalam tahap pemulihan medis.

Peristiwa tragis itu juga menyebabkan istri Muhammad Suryo, Hj. Anis Syarifah (41), meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Suasana Haru Saat Perwakilan Keluarga Pelaku Temui Korban

Beberapa hari setelah kejadian, perwakilan keluarga Muhammad Suryo mendatangi keluarga korban untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

Pertemuan berlangsung penuh haru. Dalam video yang beredar, Suryo turut menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalui sambungan video call karena dirinya masih menjalani perawatan intensif di RS JIH Yogyakarta pascaoperasi.

Dalam kondisi pemulihan setelah melewati masa kritis, Suryo menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf kepada keluarga korban.

“Saya ikut belasungkawa ya Mas. Dan, mohon istri saya dimaafkan,” ujar Suryo dalam sambungan video.

Ia juga berharap hubungan kekeluargaan tetap terjalin meski peristiwa tragis tersebut meninggalkan duka mendalam.

“Kita menjalin kekeluargaan. Silaturahmi jangan sampai putus, sampai kapan pun,” tambahnya.

Tanggung Biaya Pengobatan hingga Beasiswa Anak Korban

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian, Muhammad Suryo menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban selama masa perawatan.

Tak hanya itu, ia juga berkomitmen memberikan bantuan jangka panjang berupa:

Sikap tersebut mendapat respons emosional dari keluarga korban. Istri Abdullah tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang melibatkan suaminya sekaligus mengucapkan terima kasih atas itikad baik keluarga Suryo meski sedang berduka.

Kronologi Kecelakaan di Perempatan Palihan Temon

Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Nasional Purworejo–Wates.

Berdasarkan keterangan saksi mata, rombongan moge yang terdiri dari belasan kendaraan melaju dari arah timur atau Bandara YIA menuju barat ke arah Purworejo dengan kecepatan tinggi.

Saksi bernama Pratman yang berada di sekitar lokasi menyebut motor Harley Davidson mencoba menyalip kendaraan di depannya.

“Harley-nya mau nyalip kendaraan di depannya. Korban dari selatan mau menyeberang, langsung tertabrak. Harleynya kencang, nggak ada rem sama sekali,” ungkapnya.

Benturan keras membuat anak korban terpental hingga masuk saluran irigasi di sisi jalan. Pengendara dan pembonceng moge juga ikut terlempar ke saluran tersebut.

Motor Harley Davidson berpelat Z 5050 MRS bahkan terseret sekitar 20 meter setelah tabrakan sebelum akhirnya berhenti dalam kondisi rusak parah. Sadel kendaraan dilaporkan terlepas dan terlempar ke sisi jalan.

Kesaksian Warga: Tidak Ada Pengereman

Saksi lainnya, Laila, menjelaskan rombongan moge sebenarnya sempat membunyikan klakson sebagai peringatan kepada kendaraan yang menyeberang.

Namun, jarak yang terlalu dekat dan kecepatan kendaraan membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

“Motor yang menyeberang sudah sampai tengah, Harleynya kelihatan bingung ambil kanan atau kiri,” ujarnya.

Menurutnya, benturan terjadi tanpa terlihat adanya pengereman.

“Langsung bress, kalau saya lihat tanpa ada pengereman,” katanya.

Kerasnya benturan membuat kedua kendaraan terpental hingga masuk saluran irigasi di pinggir jalan.

Korban Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Muhammad Suryo sempat menjalani perawatan di RSUD Wates sebelum dirujuk ke RS JIH Yogyakarta dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Sementara itu, istrinya, Anis Syarifah, meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Rizki Amalia Temon.

Jenazah kemudian disucikan oleh Yayasan Bunga Selasih sebelum dipindahkan menggunakan ambulans menuju RS JIH sekitar pukul 20.42 WIB pada malam kejadian.

Adapun Abdullah dan anaknya masih menjalani perawatan di RSUD Wates hingga kini.

Harapan Agar Kejadian Serupa Tidak Terulang

Keluarga korban berharap proses pemulihan seluruh pihak dapat berjalan dengan baik dan peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama di jalur nasional dengan lalu lintas padat dan kecepatan tinggi.

Pihak kepolisian sendiri masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk aspek kecepatan kendaraan dan kondisi lalu lintas saat kejadian berlangsung.

Peristiwa tragis di Temon tersebut kini menyisakan duka sekaligus harapan agar penyelesaian secara kemanusiaan dapat berjalan seiring proses hukum yang berlaku. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kecelakaan Purworejo Wates #kecelakaan Harley Davidson Wates #moge tabrak Jupiter MX #muhammad suryo #kecelakaan moge Kulon Progo #kondisi korban kecelakaan Temon #bos rokok hs