Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapolri Ungkap Waktu Rawan Kecelakaan Saat Mudik, Pukul 09.00–12.00 Paling Rentan

Bayu Shaputra • Selasa, 3 Maret 2026 | 03:30 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK.

RADARBANYUWANGI.ID - Kapolri Listyo Sigit Prabowo membeberkan jam paling rawan kecelakaan selama masa mudik Lebaran. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kecelakaan (anev laka), rentang waktu pukul 09.00 hingga 12.00 menjadi waktu dengan angka kecelakaan tertinggi.

Data tersebut diungkapkan dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Gedung STIK-PTIK, Jakarta, Senin.

Menurut Kapolri, pada rentang waktu tersebut tercatat sebanyak 532 kejadian kecelakaan lalu lintas. Angka itu menjadi yang tertinggi dibandingkan jam-jam lainnya selama periode evaluasi.

“Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” ujar Sigit.

Ia menjelaskan, jam 09.00 hingga 12.00 merupakan periode meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan raya. Baik untuk bekerja, perjalanan antar kota, maupun mobilitas harian lainnya.

Lonjakan volume kendaraan di jam tersebut berdampak langsung terhadap potensi kecelakaan. Kepadatan lalu lintas yang tidak diimbangi dengan disiplin berkendara menjadi faktor risiko utama.

Meski begitu, Sigit menegaskan bahwa kepadatan bukan satu-satunya penyebab. Faktor kelalaian pengemudi juga masih mendominasi.

Berdasarkan hasil anev laka, penyebab kecelakaan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman. Tercatat sebanyak 1.156 kasus disebabkan oleh faktor tersebut.

Selain itu, penyebab lain yang cukup tinggi adalah lalai memperhatikan kendaraan di depan serta berkendara dengan kecepatan tidak sesuai kondisi jalan.

“Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,” tegasnya.

Kondisi fisik pengemudi saat mudik memang kerap menjadi persoalan klasik. Perjalanan panjang, kurang istirahat, serta target waktu tempuh sering kali membuat pengemudi memaksakan diri.

Di sisi lain, Kapolri juga menyampaikan kabar positif. Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, angka kecelakaan lalu lintas secara umum mengalami penurunan.

Jumlah kecelakaan tercatat turun 31,43 persen dibanding periode sebelumnya. Bahkan, angka korban meninggal dunia menurun hingga 53,24 persen.

Penurunan juga terjadi pada korban luka berat sebesar 7,19 persen serta luka ringan yang berkurang 27,85 persen.

“Meski terjadi penurunan, kepolisian menilai masih ada waktu-waktu tertentu yang menjadi titik rawan kecelakaan dan perlu mendapat perhatian serius,” katanya.

Hasil analisis ini akan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran kepolisian dalam menyusun strategi pengamanan arus mudik dan arus balik 2026.

Sigit menegaskan, sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas akan terus digencarkan, terutama menjelang periode dengan mobilitas tinggi.

Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

Polri juga akan memanfaatkan data analitik untuk memetakan titik dan waktu rawan sehingga penempatan personel lebih efektif.

Baca Juga: Bojan Hodak Waspadai Persebaya Era Bernardo Tavares, Persib Bandung Siap Tempur di GBT

Operasi Ketupat 2026 Digelar 13–25 Maret

Diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.

Ratusan ribu personel gabungan akan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga relawan. Fokus pengamanan meliputi jalur tol, jalur arteri, pelabuhan, bandara, terminal, hingga destinasi wisata.

Dengan adanya pemetaan jam rawan kecelakaan mudik 2026, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan matang.

Polri pun mengimbau pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga jarak aman, mengatur waktu istirahat, serta tidak memaksakan diri jika lelah.

Upaya preventif yang dilakukan secara terintegrasi diyakini mampu menekan angka kecelakaan lebih rendah lagi pada musim mudik tahun ini.

Editor : Ali Sodiqin
#Kapolri Listyo Sigit Prabowo #operasi ketupat 2026 #Jam rawan kecelakaan #mudik lebaran