Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah Digelar 19 Maret, Ini Rangkaian Acara dan Lokasinya

Bayu Shaputra • Senin, 2 Maret 2026 | 18:45 WIB

Ilustrasi Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal.
Ilustrasi Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal.

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Agama (Kemenag) resmi menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Sidang akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad.

Ia menegaskan, pelaksanaan sidang isbat tahun ini tetap mengacu pada metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pemantauan hilal) yang telah diverifikasi, serta dilaksanakan melalui mekanisme yang terbuka bagi publik.

“Sidang isbat dilaksanakan berdasarkan data hisab dan hasil rukyat yang sudah diverifikasi. Prosesnya terbuka dan dapat diakses publik sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

 Baca Juga: Prediksi Leeds United vs Sunderland: Tanpa Daniel Farke, Mampukah The Whites Kembali ke Jalur Kemenangan?

Kembali Digelar di Auditorium H.M. Rasjidi

Pemilihan Auditorium H.M. Rasjidi sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Gedung tersebut sebelumnya sempat menjalani renovasi dan kini kembali difungsikan sebagai pusat kegiatan resmi Kemenag.

Selain faktor kesiapan sarana dan prasarana, pertimbangan lalu lintas Jakarta juga menjadi faktor pendukung. Diprediksi, kondisi ibu kota relatif lebih lengang karena sebagian besar masyarakat telah memulai arus mudik Lebaran.

Dengan kondisi tersebut, diharapkan seluruh rangkaian sidang isbat berjalan lancar tanpa hambatan teknis, terutama bagi tamu undangan dan perwakilan lembaga yang terlibat.

 Baca Juga: Gerhana Bulan 3 Maret 2026 di Indonesia, Muhammadiyah Ajak Umat Islam Salat Khusuf pada 14 Ramadan 1447 H

Diawali Seminar Posisi Hilal

Rangkaian sidang isbat akan dimulai dengan seminar posisi hilal yang terbuka untuk umum. Seminar ini menghadirkan paparan dari para ahli astronomi dan pakar falak terkait posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H.

Setelah seminar, Kemenag akan melakukan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia. Laporan tersebut berasal dari titik-titik pemantauan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tahapan selanjutnya adalah sidang pleno tertutup yang hanya diikuti oleh perwakilan instansi dan organisasi terkait. Hasil pleno kemudian diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama dalam konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 H.

Sidang isbat tahun ini melibatkan berbagai pihak guna memperkuat legitimasi keagamaan dan keilmuan atas keputusan yang diambil pemerintah.

Sejumlah lembaga yang terlibat di antaranya BMKG, BRIN, perwakilan planetarium, observatorium, serta organisasi kemasyarakatan Islam tingkat nasional.

Menurut Abu Rokhmad, keterlibatan banyak unsur tersebut merupakan bentuk transparansi sekaligus komitmen pemerintah dalam menjaga akurasi dan akuntabilitas penetapan awal bulan Hijriah.

“Keterlibatan para pakar astronomi, ormas Islam, dan instansi terkait memperkuat legitimasi keagamaan dari keputusan yang diambil pemerintah,” tegasnya.

Dari sisi teknis, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, memastikan seluruh sistem pelaporan rukyat dan koordinasi dengan titik pemantauan hilal di berbagai daerah terus dimatangkan.

Menurutnya, penguatan sistem ini penting agar proses sidang berjalan tertib, akurat, dan informatif. Kemenag juga memastikan seluruh laporan yang masuk diverifikasi secara berjenjang sebelum dibawa ke forum pleno.

“Koordinasi dengan seluruh titik rukyat di Indonesia terus kami intensifkan agar proses sidang berjalan sesuai prosedur dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

 Baca Juga: Profil Muhammad Suryo, Bos Rokok HS yang Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Purworejo–Wates: Dari Usaha Air Isi Ulang hingga Bangun Surya Group

 

Sebagai bagian dari persiapan, Kemenag sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi pada 27 Februari 2026 di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta. Rapat tersebut dihadiri jajaran pejabat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan unit terkait lainnya.

Rapat membahas kesiapan teknis, skema pelaporan rukyat, hingga mekanisme publikasi hasil sidang isbat agar informasi dapat segera diterima masyarakat secara luas.

Dengan penjadwalan resmi ini, masyarakat kini menanti hasil sidang isbat yang akan menentukan kapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dirayakan secara nasional.

Keputusan akhir tetap berada pada hasil verifikasi hisab dan rukyat yang akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

Sidang isbat 1 Syawal 1447 H diharapkan kembali menjadi momentum persatuan umat, sekaligus memastikan penetapan Idul Fitri 2026 dilakukan secara ilmiah, transparan, dan akuntabel.

Editor : Ali Sodiqin
#Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H #kemenag #Idul Fitri 2026