RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah tengah membahas rencana pembangunan Jalan Tol Gresik–Tuban yang bakal melintasi wilayah Kabupaten Lamongan.
Proyek strategis ini diproyeksikan melintasi 40 desa di 8 kecamatan dengan panjang trase sekitar 37,8 kilometer di Lamongan.
Sebagai salah satu daerah terdampak terbesar, Lamongan akan menjadi simpul penting dalam konektivitas koridor pantura Jawa Timur melalui proyek Jalan Tol Gresik–Tuban.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, menyampaikan bahwa total ada 40 desa di delapan kecamatan yang akan dilintasi tol tersebut.
“Pembangunan jalan tol ini rencananya akan dimulai pada 2023 dengan total 40 desa di 8 kecamatan di Lamongan yang akan dilintasi tol itu,” ujarnya.
Delapan Kecamatan di Lamongan Terdampak
Delapan kecamatan yang akan dilalui tol Gresik–Lamongan–Tuban meliputi:
- Kecamatan Deket
- Kecamatan Babat
- Kecamatan Kalitengah
- Kecamatan Sekaran
- Kecamatan Karanggeneng
- Kecamatan Turi
- Kecamatan Glagah
- Kecamatan Pucuk
Proyek ini dinilai akan berdampak signifikan terhadap tata ruang, lahan pertanian, hingga permukiman warga di wilayah tersebut.
Masih Tahap Kajian dan Perencanaan
Saat ini, proyek tol masih dalam tahap kajian dan penyusunan desain perencanaan. Setelah tahapan tersebut rampung, proses berikutnya adalah pembebasan lahan.
Pembebasan lahan akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan bersama Kementerian PUPR.
Tahapan ini menjadi krusial karena menyangkut uang ganti rugi (UGR) serta relokasi lahan terdampak.
Pemerintah daerah menegaskan akan mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan dalam proses pembebasan lahan.
Daftar 40 Desa Terdampak Tol di Lamongan
Berikut daftar lengkap desa yang akan terdampak proyek Tol Gresik–Tuban di Kabupaten Lamongan:
Kecamatan Babat
- Desa Datinawong
- Desa Trepan
- Desa Kebalanpelang
- Desa Gembong
- Desa Kebalandono
- Desa Moropelang
Kecamatan Pucuk
- Desa Cungkup
- Desa Ngambeg
- Desa Padenganploso
Kecamatan Karanggeneng
- Desa Banjarmadu
- Desa Kalanganyar
Kecamatan Kalitengah
- Desa Pucangro
Kecamatan Sekaran
- Desa Manyar
- Desa Miru
- Desa Bulutengger
- Desa Bugel
- Desa Trosono
- Desa Latek
Kecamatan Turi
- Desa Geger
- Desa Badurame
- Desa Karangwedoro
- Desa Turi
- Desa Keben
- Desa Kemlagigede
- Desa Tawangrejo
- Desa Tambakploso
- Desa Balun
- Desa Gedongboyountung
Kecamatan Glagah
- Desa Sudangan
- Desa Menganti
- Desa Began
- Desa Mendogo
- Desa Wangen
- Desa Bangkok
Kecamatan Deket
- Desa Deket
- Desa Dinoyo
- Desa Tukerto
- Desa Babatagung
- Desa Dlanggu
- Desa Sidomulyo
Total keseluruhan mencapai 40 desa yang tersebar di wilayah tengah hingga utara Lamongan.
Dampak Ekonomi dan Infrastruktur
Jika terealisasi, Tol Gresik–Tuban akan mempercepat konektivitas antarwilayah pesisir utara Jawa Timur.
Arus logistik dari kawasan industri Gresik menuju Tuban dan sebaliknya diproyeksikan lebih efisien.
Bagi Lamongan, proyek ini berpotensi membuka akses ekonomi baru, terutama di sektor pertanian, perikanan, serta perdagangan.
Namun di sisi lain, warga terdampak berharap proses pembebasan lahan dilakukan secara adil dan sesuai regulasi.
Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan tahapan perencanaan hingga konstruksi berjalan sesuai jadwal.
Dengan panjang hampir 38 kilometer melintasi delapan kecamatan, proyek tol ini menjadi salah satu pembangunan infrastruktur terbesar yang akan mengubah wajah Lamongan dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin