RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah merencanakan pembangunan Jalan Tol Kepanjen–Tulungagung yang akan melintasi sisi selatan Provinsi Jawa Timur.
Proyek strategis ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan tol selatan yang terhubung dengan jalur Trans Jawa untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.
Tol Kepanjen–Tulungagung dirancang melewati tiga kabupaten, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung.
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan yang selama ini dinilai tertinggal dibanding wilayah utara Jawa Timur.
Bentang 32 Kilometer di Kabupaten Blitar
Khusus di Kabupaten Blitar, ruas tol akan membentang sepanjang 32 kilometer. Untuk merealisasikan proyek tersebut, kebutuhan lahan di wilayah Blitar mencapai 269,3 hektare.
Lahan tersebut tersebar di 24 desa yang berada di lima kecamatan. Pemerintah merencanakan pembebasan lahan sebagai tahap awal realisasi proyek strategis tersebut.
Dengan hadirnya Tol Kepanjen–Tulungagung, diharapkan akses logistik, mobilitas masyarakat, hingga distribusi hasil pertanian dan industri lokal semakin efisien.
Infrastruktur ini juga menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan di selatan Jawa Timur.
Percepatan Konektivitas Jalur Selatan
Selama ini, jalur selatan Jawa Timur masih mengandalkan jalan nasional dengan kapasitas terbatas dan rawan kepadatan saat musim libur maupun distribusi barang.
Kehadiran tol baru ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.
Konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi di Malang Raya dengan Blitar dan Tulungagung juga akan semakin terbuka.
Selain mendukung sektor industri dan perdagangan, proyek ini diproyeksikan memperkuat akses menuju kawasan wisata di pesisir selatan.
Pemerintah menargetkan proyek ini menjadi bagian dari jaringan tol selatan yang terkoneksi dengan sistem jalan tol nasional, termasuk jaringan utama Pulau Jawa.
Daftar 24 Desa di Kabupaten Blitar yang Terdampak
Berikut daftar desa di Kabupaten Blitar yang terdampak pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung:
Kecamatan Selopuro
- Desa Ploso
- Desa Selopuro
- Desa Jatitengah
- Desa Mandesan
- Desa Mronjo
Kecamatan Kanigoro
- Desa Gaprang
- Desa Gogodeso
- Desa Satreyan
- Desa Kanigoro
- Desa Tlogo
- Desa Karangsono
Kecamatan Kesamben
- Desa Sukoanyar
- Desa Jugo
- Desa Siraman
Kecamatan Talun
- Desa Bendosewu
- Desa Jabung
- Desa Jeblog
- Desa Tumpang
Kecamatan Kademangan
- Desa Rejowinangun
- Desa Jimbe
- Desa Plosorejo
- Desa Sumberjati
- Desa Kademangan
- Desa Plumpungrejo
Pembebasan lahan di wilayah-wilayah tersebut akan menjadi tahapan krusial sebelum konstruksi fisik dimulai.
Dorong Pemerataan Infrastruktur
Pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur di Jawa Timur.
Kawasan selatan yang selama ini relatif tertinggal diharapkan mampu mengejar ketertinggalan melalui peningkatan akses dan investasi.
Selain memperlancar arus barang dan jasa, tol ini juga diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan nilai tanah, serta memicu pertumbuhan kawasan penyangga di sepanjang jalur yang dilalui.
Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi terkait tahapan pembebasan lahan dan pelaksanaan proyek agar proses pembangunan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat maksimal bagi daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin