RADARBANYUWANGI.ID - Menyambut Ramadan hingga Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia (BI) membuka layanan penukaran uang tunai di sejumlah lokasi strategis di Bali.
Layanan ini difokuskan di wilayah Denpasar dan Nusa Dua, Kabupaten Badung, guna menjangkau kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
Pada Selasa (24/2/2026), layanan penukaran uang dibuka di Masjid Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Bali yang berlokasi di Jalan Gunung Lebah No. 25, Denpasar. Penukaran dilayani mulai pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA.
Selanjutnya, pada Kamis (26/2/2026), BI membuka layanan di Masjid Agung Ibnu Batuta Puja Mandala, Nusa Dua, Kabupaten Badung. Jam pelayanan tetap sama, yakni pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BI Bali dalam memastikan ketersediaan uang layak edar, khususnya pecahan kecil yang permintaannya meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan.
BI Bali Siapkan Rp3,3 Triliun untuk Nyepi dan Idulfitri 2026
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan, BI Bali telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp3,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Jumlah tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai Rp3,1 triliun.
Dari total proyeksi tersebut, kebutuhan Uang Pecahan Besar (UPB) diperkirakan mencapai Rp3,1 triliun, sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp236 miliar.
“Program ini memiliki peran strategis untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap kebutuhan penukaran uang pecahan kecil yang biasanya meningkat menjelang hari raya Nyepi dan Idulfitri yang waktunya berdekatan,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, Bali sebagai daerah tujuan wisata juga mengalami lonjakan kunjungan saat libur panjang keagamaan.
Kondisi ini otomatis mendorong kebutuhan uang tunai, terutama pecahan kecil untuk transaksi ritel dan tradisi berbagi saat hari raya.
Program SERAMBI 2026 Digelar 19 Februari–13 Maret
Untuk memastikan distribusi uang berjalan optimal, BI Bali berkolaborasi dengan perbankan di seluruh provinsi melalui Program SERAMBI 2026 yang berlangsung mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2026.
Secara nasional, BI memproyeksikan kebutuhan uang selama HBKN 2026 meningkat 15,1 persen menjadi Rp185,6 triliun.
Rinciannya, kebutuhan UPB diperkirakan mencapai Rp164,3 triliun atau naik 14,9 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan UPK mencapai Rp21,3 triliun atau meningkat 16,5 persen.
Di Bali sendiri, layanan penukaran akan tersedia di 43 titik dengan total 169 layanan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
BI juga menambah kuota penukaran menjadi 22.286 paket, lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Penukaran Lebih Tertib Lewat Aplikasi PINTAR
Untuk mendukung pelayanan yang lebih tertib, nyaman, dan terjadwal, masyarakat di Denpasar, Nusa Dua, maupun wilayah lain di Bali dapat melakukan pemesanan penukaran uang melalui aplikasi PINTAR di situs pintar.bi.go.id.
Melalui sistem ini, masyarakat dapat memilih lokasi dan jadwal penukaran sesuai kuota yang tersedia, sehingga menghindari antrean panjang.
Dengan pembukaan layanan di Masjid IKMS Denpasar dan Masjid Agung Ibnu Batuta Nusa Dua, BI Bali berharap kebutuhan uang tunai selama Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri 2026 dapat terpenuhi dengan lancar.
Kehadiran layanan penukaran uang di lokasi-lokasi strategis tersebut menjadi bentuk komitmen BI dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Bali di momentum hari raya. (*)
Editor : Ali Sodiqin