RADARBANYUWANGI.ID - PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) resmi mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan predikat bintang 5 untuk ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) sebagian Seksi 4 segmen Sinaksak – Simpang Panei sepanjang 12,55 kilometer.
Sertifikat dengan penilaian tertinggi tersebut menandai kesiapan penuh ruas tol itu untuk melayani masyarakat dengan standar keselamatan dan kualitas terbaik.
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah yang memberikan penilaian tertinggi tersebut.
Menurutnya, capaian SLFO bintang 5 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan jalan tol yang prima dan berstandar tinggi.
“Ini merupakan bukti bahwa Hamawas mampu menghadirkan infrastruktur jalan tol berstandar tinggi yang andal dan berkualitas. Ruas Sinaksak – Simpang Panei kami siapkan dengan sebaik mungkin agar dapat mengakomodir perjalanan yang lebih efisien, aman, dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat,” ujar Dindin dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026), seperti dikutip dari laman resmi Hutama Marga Waskita hmwtollroadweb.com.
Siap Operasi, Tinggal Tunggu Kepmen
Dengan terbitnya SLFO, seluruh aspek teknis dan kelayakan ruas tol tersebut dinyatakan telah terpenuhi. Artinya, secara prinsip jalan tol tersebut siap digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas dan konektivitas wilayah.
Tahapan berikutnya adalah penerbitan Keputusan Menteri PU terkait penetapan pengoperasian sebagai dasar hukum sebelum ruas tol resmi dimanfaatkan dan dilalui masyarakat. Proses ini menjadi bagian akhir sebelum tol benar-benar dibuka secara komersial.
SLFO bintang 5 diraih setelah melalui rangkaian Uji Laik Fungsi yang dilaksanakan pada 17–19 November 2025.
Uji tersebut mencakup pemeriksaan teknis lapangan mulai dari struktur jalan, bahu jalan, sistem drainase, kelengkapan rambu keselamatan, hingga evaluasi aspek administrasi sesuai regulasi yang berlaku.
Secara spesifikasi, ruas Sinaksak – Simpang Panei dibangun dengan dua lajur di setiap arah. Jalan ini dilengkapi bahu jalan sisi dalam dan luar, on-off ramp, rambu keselamatan lengkap, penerangan jalan umum (PJU), serta CCTV yang beroperasi 24 jam untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna.
Selain itu, tersedia pula jalur darurat yang memadai untuk mengantisipasi gangguan kendaraan maupun situasi keselamatan lainnya.
Pembangunan sebagian Seksi 4 ini dikerjakan oleh Divisi Sipil Umum (DSU) PT Hutama Karya (Persero) dengan mengedepankan standar teknis jalan tol dan kualitas konstruksi terbaik.
Urai Kepadatan di Pematang Siantar
Keberadaan ruas ini diproyeksikan memainkan peran strategis dalam mengurai kepadatan lalu lintas di Pematang Siantar, kota terbesar kedua di Sumatra Utara.
Selama ini, arus kendaraan dari dan menuju wilayah Danau Toba kerap menumpuk di jalur arteri kota tersebut, terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang.
Tak hanya itu, Tol Kutepat juga akan memangkas signifikan waktu tempuh perjalanan dari Medan menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Jika sebelumnya perjalanan darat memakan waktu sekitar enam jam, dengan keberadaan ruas tol ini durasinya dapat ditekan menjadi sekitar dua jam saja.
Efisiensi waktu tempuh tersebut diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan sektor pariwisata, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di Sumatra Utara.
“Kami berharap dengan segera beroperasinya ruas tol ini, masyarakat Sumatra Utara dapat merasakan langsung manfaat perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien, khususnya dalam mempersiapkan momen libur Lebaran Idul Fitri 2026 mendatang,” tambah Dindin.
Antusiasme Tinggi Saat Fungsional Nataru
Sebelumnya, Gerbang Tol Sinaksak – Simpang Panei telah dibuka secara fungsional pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hasilnya, animo masyarakat terbilang tinggi.
Rekapitulasi menunjukkan lebih dari 88 ribu kendaraan melintas di ruas tersebut selama periode Nataru.
Angka itu mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan tol yang mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara.
Capaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa ruas ini memiliki potensi trafik yang kuat ketika beroperasi penuh nanti.
Total 84 Km Tol Telah Beroperasi
Hingga saat ini, Hamawas telah mengoperasikan sepanjang 84 kilometer ruas jalan tol. Rinciannya meliputi Seksi 1 Tol Tebing Tinggi–Indrapura sepanjang 20 km, Seksi 2 Indrapura–Kuala Tanjung sepanjang 18 km, Seksi 3 Tebing Tinggi–Serbelawan sepanjang 30 km, serta sebagian Seksi 4 Serbelawan–Pematang Siantar sepanjang 15 km.
Keberadaan jaringan tol tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas kawasan industri, pelabuhan, hingga destinasi wisata unggulan di Sumatra Utara.
Dengan tambahan ruas Sinaksak – Simpang Panei yang telah mengantongi SLFO bintang 5, konektivitas koridor Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat kian solid.
Hamawas optimistis, pengoperasian penuh ruas ini tidak hanya meningkatkan kinerja operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat peran infrastruktur jalan tol sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin