RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung resmi menyatakan persetujuan atas rencana pembangunan Gerbang Tol Getaci di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil konsultasi publik yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum di Grand Tjokro Kota Bandung, Kamis (12/2/2026).
Persetujuan itu dituangkan dalam poin-poin kesimpulan Berita Acara Konsultasi Publik sebagai bentuk dukungan daerah terhadap percepatan proyek strategis nasional Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci).
Lokasi Strategis, Terintegrasi TOD Tegalluar
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menegaskan bahwa lokasi Gerbang Tol Getaci di Tegalluar sangat strategis.
Menurutnya, kawasan tersebut tengah dikembangkan sebagai Transit Oriented Development (TOD) seluas 340 hektare yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar.
“Hal ini sesuai dengan misi pembangunan Jalan Tol Getaci yang akan mendukung kegiatan pengembangan kawasan sekitar, dengan opsi kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujar Cakra.
Ia menambahkan, akses Tegalluar saat ini telah memperoleh izin prinsip dari Direktorat Bina Marga.
Keberadaan gerbang tol di Tegalluar diyakini akan memperkuat konektivitas kawasan TOD, mempercepat pertumbuhan ekonomi baru, serta meningkatkan nilai investasi di Kabupaten Bandung.
Perhatikan Lingkungan dan Integrasi BIUTR
Dalam kesepakatan konsultasi publik, pembangunan Tol Getaci juga harus memperhatikan aspek lingkungan hidup dan konektivitas dengan jaringan jalan eksisting.
Termasuk di dalamnya integrasi dengan Jalan Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), sehingga arus lalu lintas dapat tersambung secara optimal.
Sinergi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar mobilitas logistik dan penumpang di wilayah Bandung Raya.
Proyek Strategis Nasional, Target Operasi 2029
Tol Getaci merupakan proyek strategis nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Total panjang Jalan Tol Getaci mencapai 206,65 kilometer (km), dengan rincian:
- Jawa Barat: 171,40 km
- Jawa Tengah: 35,25 km
Rute tol ini membentang dari Gedebage – Kabupaten Bandung – Garut – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar – Pangandaran – hingga berakhir di Cilacap.
Namun, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian, menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan hanya akan dieksekusi hingga Tasikmalaya.
“Sementara tahap 1 Gedebage–Tasikmalaya, baru kemudian dilanjut tahap 2 Tasikmalaya–Cilacap,” ujarnya dalam acara ICI 2025 di Jakarta.
Pada 2026 ini, proyek Tol Getaci segmen Gedebage–Tasikmalaya sepanjang 95,52 km dengan estimasi anggaran Rp29,5 triliun siap memasuki proses lelang. Pembangunan konstruksi ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2029.
Daftar Gerbang Tol Getaci hingga Tasikmalaya
Sebelum rencana penambahan Gerbang Tol Tegalluar, segmen Gedebage–Tasikmalaya dirancang memiliki enam gerbang tol, yakni:
- Gerbang Tol Majalaya – Kecamatan Solokan Jeruk
- Gerbang Tol Nagreg – Kecamatan Nagreg
- Gerbang Tol Garut Utara – Kecamatan Banyuresmi
- Gerbang Tol Garut Selatan – Kecamatan Cilawu
- Gerbang Tol Singaparna – Kabupaten Tasikmalaya
- Gerbang Tol Kawalu – Kota Tasikmalaya (titik akhir tahap 1)
Dengan tambahan Gerbang Tol Tegalluar, konektivitas Bandung Timur dan kawasan TOD diproyeksikan semakin kuat.
Bagian dari Trans Jawa Selatan
Dalam rencana induk, Tol Getaci merupakan bagian dari jaringan besar Jalan Tol Trans Jawa Selatan.
Proyek ini dirancang terhubung dengan jaringan Tol NYIA Kulonprogo–Yogyakarta–Solo serta Tol Pejagan yang menghubungkan wilayah selatan dan utara Jawa di Brebes.
Kehadiran Tol Getaci diharapkan mampu:
- Mendorong pertumbuhan Kawasan Rebana
- Mempercepat pengembangan Jawa Barat bagian selatan
- Meningkatkan konektivitas menuju Jawa Tengah
- Mengurangi waktu tempuh logistik dan perjalanan antardaerah
Dorongan Realisasi Dipercepat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bandung, hingga pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi berharap proyek ini segera terealisasi.
Selain sebagai tulang punggung konektivitas selatan Jawa Barat, proyek ini dinilai krusial dalam membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta mendukung integrasi transportasi massal modern di Tegalluar.
Dengan masuknya rencana Gerbang Tol Getaci di Tegalluar ke dalam berita acara resmi konsultasi publik, proyek ini memasuki babak baru menuju tahap lelang dan konstruksi.
Jika berjalan sesuai jadwal, Tol Getaci tahap pertama akan menjadi penggerak utama transformasi konektivitas Jawa Barat selatan pada 2029 mendatang. (*)
Editor : Ali Sodiqin