Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mudik 2026 Tanpa Kesasar, Google dan Korlantas Satukan Data Lalu Lintas Real Time, Komdigi Pastikam Kualitas Jaringan

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:15 WIB
Mudik Lebaran.
Mudik Lebaran.

RADARBANYUWANGI.ID - Mudik Lebaran 2026 diproyeksikan kembali menjadi mobilitas tahunan terbesar di Indonesia.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, Google Indonesia memperkuat kolaborasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Jasa Marga melalui integrasi data rekayasa lalu lintas dan layanan peta digital.

Kolaborasi yang telah berjalan selama lima tahun ini difokuskan pada penyediaan informasi rute dan kondisi lalu lintas yang akurat, mutakhir, serta mudah diakses masyarakat luas.

Integrasi Data Rekayasa Lalu Lintas ke Google Maps

Melalui pembaruan sistem di Google Maps, masyarakat dapat memperoleh:

Data rekayasa lalu lintas yang disalurkan Korlantas Polri bersumber dari pemantauan jalur tol, jalur arteri, serta ruas fungsional yang dioperasikan selama periode mudik.

Dengan demikian, pengguna dapat menentukan waktu dan jalur perjalanan secara lebih terencana.

Fitur unduh peta (offline) juga disiapkan agar navigasi tetap berjalan di wilayah dengan sinyal terbatas, terutama di jalur luar kota atau daerah pegunungan.

Travoy dan Google Maps Terhubung, Pantau Tol Secara Langsung

Di sisi operator jalan tol, Jasa Marga memperkuat layanan digital melalui aplikasi Travoy yang terintegrasi dengan Google Maps.

Melalui Travoy, pemudik dapat:

Integrasi ini memungkinkan masyarakat merencanakan titik istirahat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu rest area tertentu.

Dukungan 386 Posko Digital untuk Jaga Kualitas Jaringan

Selain kesiapan transportasi, aspek jaringan telekomunikasi menjadi perhatian utama pemerintah.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyiagakan 386 posko digital selama periode 15–29 Maret 2026.

Posko tersebut terdiri atas:

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi merupakan tulang punggung mobilitas publik saat mudik.

Trafik data dipastikan tetap stabil untuk mendukung panggilan video, akses peta digital, dan transaksi daring.

Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026, kecepatan internet tercatat rata-rata 80 Mbps (unduh) dan 35–36 Mbps (unggah), meningkat signifikan dibandingkan Lebaran 2025.

Pengawasan Spektrum dan Antisipasi Fake BTS

Kemkomdigi juga memperketat pengawasan spektrum frekuensi guna menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk operasional Whoosh.

Selain itu, patroli siber ditingkatkan untuk mengantisipasi penipuan melalui fake BTS, perangkat pemancar ilegal yang menyamar sebagai sinyal resmi dan mengirim pesan penipuan, terutama di titik kemacetan.

Layanan darurat 112 tetap diaktifkan sebagai akses cepat bantuan masyarakat.

Mengapa Integrasi Data Mudik 2026 Penting?

Integrasi data antara otoritas lalu lintas, operator jalan tol, dan platform digital menghadirkan beberapa manfaat utama:

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jasa marga #korlantas #google #mudik