Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KRL Makin Sesak, KAI Ungkap Ancaman Kepadatan Enam Kali Lipat di 2030

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 11 Februari 2026 | 00:15 WIB
Presiden Prabowo dukung KAI tambah 30 KRL baru senilai Rp5 triliun.
Presiden Prabowo dukung KAI tambah 30 KRL baru senilai Rp5 triliun.

RADARBANYUWANGI.ID - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengungkapkan tingkat kepadatan penumpang kereta rel listrik (KRL) yang kian mengkhawatirkan, terutama saat jam sibuk atau peak hour.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Bobby menyebutkan bahwa satu gerbong KRL saat ini diisi sekitar 300 penumpang.

“Perlu digarisbawahi, pada saat ini, satu gerbong pada peak hour itu penumpangnya sekitar 300 orang,” ujar Bobby, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).

Dengan luas gerbong sekitar 60 meter persegi, kondisi tersebut berarti setiap satu meter persegi ditempati hingga lima orang.

Menurutnya, kepadatan ini berpotensi meningkat drastis apabila tidak ada penambahan armada.

Bahkan, pada 2030, kepadatan penumpang saat jam sibuk diproyeksikan bisa mencapai enam kali lipat dari kondisi saat ini.

“Kepadatan penumpang pada KRL mengakibatkan penurunan tingkat kenyamanan penumpang dan peningkatan risiko terhadap keamanan penumpang,” tegas Bobby.

Ia juga memaparkan sejumlah stasiun dengan tingkat kepadatan tinggi.

Untuk wilayah penyangga Jakarta, Stasiun Bogor, Depok, dan Bekasi menjadi titik utama lonjakan penumpang.

Sementara di dalam Jakarta, kepadatan paling tinggi terjadi di Stasiun Sudirman, Manggarai, Tanah Abang, dan Sudirman Baru.

Bobby turut menyinggung kondisi KRL Green Line rute Rangkasbitung yang masih memiliki headway 10–15 menit.

“Belum bisa kami perpendek headway-nya karena memang ada permasalahan sistem dari kelistrikan, elektrifikasinya, dan juga signaling-nya,” katanya.

Sebagai solusi, KAI berencana meningkatkan sistem elektrifikasi dari 3.000 kV menjadi 4.000 kV pada 2026 serta melakukan pembaruan sistem persinyalan.

Langkah ini dinilai penting seiring proyeksi kenaikan jumlah penumpang KRL dari 339 juta pada 2025 menjadi 437 juta pada 2030.

Bobby menegaskan, pengadaan sarana KRL menjadi kunci untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang di masa mendatang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI #krl #Kereta Api