Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Indonesia–China Bahas Ulang Utang Whoosh, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:15 WIB
Pemerintah pastikan restrukturisasi keuangan kereta cepat Whoosh terus dikawal.
Pemerintah pastikan restrukturisasi keuangan kereta cepat Whoosh terus dikawal.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa proses restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh masih membutuhkan waktu dan tahapan yang matang.

Pemerintah memastikan pengawalan dilakukan secara intensif agar proyek strategis nasional tersebut tetap berjalan secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/2/2026), AHY menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan proyek besar yang memiliki dampak bagi pembangunan nasional.

“Intinya kita ingin terus mencari solusi terbaik. Ini masih butuh proses dan waktu. Kita tentu akan terus berkomunikasi dengan pihak Tiongkok. Semangatnya adalah memastikan proyek yang besar dan strategis ini tetap eksis, berjalan, bahkan semakin maju,” ujar AHY, dikutip Antara.

AHY menjelaskan bahwa restrukturisasi proyek KCIC tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Oleh karena itu, pemerintah melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna merumuskan langkah strategis yang komprehensif, baik dari sisi pendanaan, tata kelola, maupun keberlanjutan operasional.

Sebagai bagian dari penguatan koordinasi, pemerintah juga tengah mengkaji pembentukan komite nasional kereta cepat.

Komite ini dirancang untuk menjadi wadah pengambilan keputusan strategis dan taktis dalam pengelolaan proyek kereta cepat ke depan.

“Kami sedang menyusun semacam komite nasional kereta cepat. Ini penting agar langkah-langkah strategis maupun teknis dapat diambil secara terkoordinasi,” kata AHY.

Komite tersebut direncanakan melibatkan berbagai kementerian terkait, dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebagai koordinator, serta Kementerian Keuangan untuk memastikan aspek pendanaan dan tata kelola fiskal berjalan secara hati-hati dan akuntabel.

Pemerintah menilai keberlanjutan proyek kereta cepat tidak hanya penting dari sisi transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah.

AHY menekankan bahwa pengembangan jaringan kereta cepat diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilalui.

“Harapannya tidak hanya sampai Bandung, tetapi bisa tembus hingga Surabaya, Jawa Timur. Ini akan menjadi game changer dalam konektivitas moda kereta dan mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru,” jelasnya.

Sejalan dengan upaya restrukturisasi tersebut, Pemerintah China menegaskan bahwa penilaian proyek kereta cepat tidak semata-mata didasarkan pada keuntungan finansial.

Manfaat publik dan imbal hasil jangka panjang juga menjadi pertimbangan utama.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa kedua negara memiliki komitmen kuat untuk menjaga keberlangsungan proyek KCIC.

Otoritas dan perusahaan terkait dari Indonesia dan China terus menjalin koordinasi erat guna memastikan operasional kereta cepat berjalan aman dan stabil.

“Selain indikator keuangan, manfaat publik dan imbal hasil komprehensif juga harus dipertimbangkan dalam menilai proyek kereta api cepat,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#WHOOSH #kereta cepat