RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi terus menunjukkan progres signifikan.
Salah satu tahapan krusial kini mulai terlihat dengan pemasangan girder jembatan tol yang melintasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi, tepatnya di KM 69–71 wilayah Tebing Dayat.
Tahapan ini menjadi penanda percepatan konstruksi pada salah satu titik vital penghubung Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah girder beton berukuran besar telah berhasil terpasang.
Struktur beton raksasa tersebut menjadi elemen utama penopang jembatan tol yang nantinya akan melintasi jalur padat kendaraan lintas provinsi.
Pemasangan girder ini menjadi fase penentu sebelum dilanjutkan ke pekerjaan lanjutan, seperti pengecoran slab lantai jembatan serta penyempurnaan struktur secara keseluruhan.
Humas & GA PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Tol Palembang–Betung, Chandra Irawan, menjelaskan bahwa proses pemasangan girder dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran proses konstruksi.
“Selama proses pemasangan girder, kami memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup jalan. Pekerjaan dimulai Sabtu (31/1) pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pada Minggu (1/2) pekerjaan dihentikan sementara, kemudian dilanjutkan kembali pada 2 hingga 4 Februari 2026,” jelas Chandra, Jumat (30/1/2026).
Rekayasa lalu lintas difokuskan pada dua titik utama yang rawan kepadatan, yakni Simpang Tiga Tugu Polwan, Kelurahan Betung, serta kawasan SPN Desa Bukit, Kecamatan Betung.
Kedua lokasi tersebut merupakan jalur vital kendaraan lintas provinsi Palembang–Jambi yang setiap harinya dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik.
Untuk meminimalkan dampak kemacetan, aparat kepolisian turut dilibatkan secara aktif.
Kapolsek Betung, AKP Riyadi Sasongko, SH, memastikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi selama proses pemasangan girder berlangsung.
“Kami menyiapkan sebanyak 10 kantong parkir bagi pengendara yang terdampak sistem buka-tutup jalan. Kantong parkir tersebut berada di titik-titik strategis seperti terminal dan rumah makan,” ungkap AKP Riyadi.
Selain itu, sekitar 45 personel kepolisian diturunkan guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.
Petugas disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan untuk memastikan kendaraan tetap bergerak secara tertib dan aman.
AKP Riyadi juga mengimbau para pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melintas saat proses pemasangan girder berlangsung.
Ia meminta masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama serta menghindari potensi kecelakaan.
Pemasangan girder ini menjadi bukti bahwa proyek Jalan Tol Betung–Jambi terus bergerak menuju tahap akhir penyelesaian.
Kehadiran tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antardaerah, meningkatkan kelancaran distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera.
Sebagai bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, ruas Tol Betung–Jambi terintegrasi dengan Proyek Jalan Tol Palembang–Betung (Paltung).
Tol Palembang–Betung memiliki panjang total sekitar 70,19 kilometer dan hingga November 2025 progres pembangunannya telah mencapai 73,84 persen.
Tol Palembang–Betung sendiri terbagi ke dalam tiga seksi pembangunan. Seksi 1 Palembang–Rengas memiliki panjang sekitar 22,50 kilometer.
Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai membentang sepanjang 33 kilometer, sementara Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung memiliki panjang sekitar 14,69 kilometer.
Pemerintah menargetkan seluruh ruas Tol Palembang–Betung dapat rampung dan beroperasi penuh pada tahun 2026.
Salah satu fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan Jembatan Musi 5 yang menjadi ikon sekaligus infrastruktur vital pada ruas tersebut.
Sebelumnya, sebagian ruas tol, khususnya seksi Musilandas–Pulau Rimau, sempat dibuka secara fungsional pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026.
Pembukaan fungsional tersebut terbukti efektif mengurai kemacetan di jalan lintas serta memangkas waktu tempuh kendaraan golongan I secara signifikan.
Dengan tersambungnya Tol Palembang–Betung hingga Tol Betung–Jambi, jalur tol dari Kayuagung–Palembang menuju Betung dan Jambi akan semakin terintegrasi.
Hal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, kelancaran distribusi barang, serta peningkatan mobilitas masyarakat di Sumatera bagian selatan.
Masyarakat pengguna Jalintim Palembang–Jambi diimbau untuk mengatur ulang jadwal perjalanan selama proses pemasangan girder berlangsung.
Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif bila memungkinkan serta tetap waspada dan mematuhi rambu serta arahan petugas demi keselamatan bersama. (*)
Editor : Ali Sodiqin