Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rusia Rekrut Lulusan SMK Indonesia, Rusal Tawarkan Pelatihan dan Gaji Hingga Rp 43 Juta per Bulan

Ali Sodiqin • Senin, 2 Februari 2026 | 13:30 WIB

Rusia melalui Rusal akan merekrut lulusan SMK Indonesia untuk pelatihan dan kerja profesional dengan gaji hingga Rp43 juta per bulan.
Rusia melalui Rusal akan merekrut lulusan SMK Indonesia untuk pelatihan dan kerja profesional dengan gaji hingga Rp43 juta per bulan.

RADARBANYUWANGI.ID - Peluang kerja profesional bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia di kancah internasional semakin terbuka lebar.

Rusia melalui perusahaan aluminium raksasa, Rusal, berencana merekrut pekerja migran Indonesia dari kalangan lulusan SMK dalam program pengembangan keterampilan tingkat tinggi.

Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar lebih profesional, terampil, dan berdaya saing global.

Program ini sekaligus menandai pergeseran orientasi penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri dari sektor domestik menuju sektor industri dan teknologi.

Dikutip dari laman kamusmahasiswa.com, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting dalam transformasi kebijakan penempatan PMI.

Pemerintah, kata dia, ingin memastikan tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri memiliki kompetensi yang diakui secara internasional.

“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin, dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).

Mukhtarudin menambahkan, Indonesia memiliki bonus demografi yang besar dan harus dimanfaatkan melalui kerja sama strategis dengan negara mitra.

Rusia, menurutnya, menjadi salah satu negara tujuan yang tepat untuk menyerap tenaga kerja terampil Indonesia.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” lanjutnya.

Dalam kerja sama ini, pemerintah Indonesia siap menyiapkan calon PMI dengan keterampilan dasar yang memadai sebelum diberangkatkan.

Mereka akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan lanjutan di Rusia sesuai standar industri setempat.

Selain itu, kurikulum vokasi di Indonesia juga akan diselaraskan, khususnya pada bidang pengelasan dan teknik industri, agar kompatibel dengan kebutuhan industri Rusia.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, di antaranya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tujuannya agar para PMI lulusan program ini dapat terserap tidak hanya di luar negeri, tetapi juga dalam proyek-proyek strategis nasional ketika kembali ke tanah air.

Program Pelatihan Bersama Rusal

Dari pihak Rusia, perwakilan Rusal, Alexey Mirsky, mengungkapkan bahwa perusahaan aluminium terbesar di Rusia tersebut akan mengundang 50 lulusan SMK terbaik dari Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di fasilitas Rusal.

Program pelatihan ini dirancang dalam dua tahap utama. Tahap pertama adalah pelatihan bahasa selama satu tahun, dilanjutkan dengan pemantapan keterampilan teknis selama satu tahun berikutnya.

Adapun bidang keahlian yang menjadi fokus meliputi konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, hingga energi listrik.

“Setelah menyelesaikan pendidikan, para peserta akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan,” ujar Mirsky.

Ia menjelaskan, lulusan program yang berhasil mencapai standar kompetensi tinggi atau ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia berpeluang memperoleh penghasilan hingga 200 ribu rubel per bulan, atau setara sekitar Rp 43,8 juta.

Mirsky juga menambahkan, skema kerja sama ini mengedepankan konsep knowledge sharing.

Dari total peserta, 25 orang akan bekerja langsung di Rusia, sementara 25 lainnya akan ditempatkan di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia, termasuk fasilitas pengilangan dan industri hilir.

Target Dimulai Mei 2026

Sebagai tindak lanjut, KP2MI dan Rusal telah sepakat untuk segera menyusun nota kesepahaman (MoU) serta proposal kerja sama teknis.

Program rekrutmen direncanakan dimulai pada Mei 2026, sementara pemberangkatan peserta dijadwalkan pada September 2026.

Kerja sama ini juga masuk dalam agenda Quick Win Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong program SMK Go Global.

Program tersebut bertujuan mencetak lulusan SMK yang siap bersaing di pasar kerja internasional secara masif, profesional, dan tetap mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.

Dengan kolaborasi ini, lulusan SMK Indonesia tidak hanya memperoleh peluang kerja bergengsi di luar negeri, tetapi juga kesempatan mengembangkan kompetensi teknis, mendapatkan pengalaman industri global, serta meraih penghasilan yang jauh lebih kompetitif dibandingkan sektor domestik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#lulusan smk #rusia #lowongan pekerjaan #rusal #gaji rp43 juta