Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dugaan Keracunan MBG di SMA Negeri 2 Kudus, Wagub Jateng Minta Evaluasi Menyeluruh

Ali Sodiqin • Jumat, 30 Januari 2026 | 13:30 WIB

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen.
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen.

RADARBANYUWANGI.ID - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen merespons dugaan kasus keracunan yang dialami ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan melakukan pengecekan langsung dan evaluasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Taj Yasin menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan di lapangan diperoleh secara lengkap. Evaluasi akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.

“Ya nanti kita cek ya. Kita lihat, nanti kita evaluasi MBG-nya, sehingga bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari makanannya atau dari distribusinya,” ujar Taj Yasin, Kamis (29/1/2026).

Tidak Ingin Berspekulasi

Menurut Taj Yasin, proses penanganan kasus dugaan keracunan harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis data.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mengikuti tahapan pemeriksaan untuk memastikan akar persoalan dapat diidentifikasi dengan tepat.

“Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya,” jelasnya, seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, baik dari sisi perbaikan mekanisme distribusi, pengawasan makanan, maupun pengetatan standar keamanan pangan.

Koordinasi dengan Pemkab dan Instansi Terkait

Pemprov Jateng juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait lainnya.

Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pihak-pihak terkait untuk memastikan penyebab kejadian dan langkah penanganan yang diperlukan,” tegasnya.

Pemprov Jateng juga menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan Program MBG yang merupakan bagian dari program prioritas nasional, khususnya dalam pemenuhan gizi peserta didik.

Ratusan Siswa Diduga Keracunan

Sebelumnya diberitakan, ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemkab Kudus per Kamis (29/1/2026), sebanyak 118 siswa dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Gejala keracunan mulai dirasakan para siswa dan sejumlah guru sejak Rabu (28/1/2026).

Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, dan sakit perut, sehingga sebagian siswa harus mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Evaluasi MBG Jadi Perhatian Serius

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik.

Taj Yasin menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah.

Pemprov Jateng berharap hasil evaluasi dapat segera diperoleh agar langkah perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG di Jawa Tengah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#keracunan mbg #siswa keracunan #Makan Bergizi Gratis #taj yasin #SMAN 2 Kudus #wagub jateng