Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta, Ini Fakta Menarik Stasiun Jatake di Tangerang

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:15 WIB
Stasiun Jatake disiapkan KAI jelang 2026 untuk Commuter Line Rangkasbitung.
Stasiun Jatake disiapkan KAI jelang 2026 untuk Commuter Line Rangkasbitung.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Provinsi Banten Andra Soni meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake sebagai simpul baru perkeretaapian perkotaan di Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2026).

Peresmian ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem transportasi massal nasional yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, manajemen KAI Group, serta para pemangku kepentingan, termasuk manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land).

Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan harus terhubung dengan pengembangan kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi.

Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KAI Group, serta sektor swasta untuk mewujudkan sistem mobilitas yang tertata dan berdaya saing.

Stasiun Jatake menjadi contoh konkret implementasi kebijakan tersebut.

Pembangunannya dilakukan melalui skema kolaborasi tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Model ini mencerminkan arah baru pembangunan infrastruktur transportasi yang mengedepankan akuntabilitas, fleksibilitas pendanaan, serta keberlanjutan jangka panjang.

Gubernur Provinsi Banten Andra Soni menyampaikan bahwa kehadiran Stasiun Jatake berperan strategis dalam memperkuat konektivitas regional, khususnya di kawasan BSD yang berkembang sebagai aglomerasi berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Menurutnya, pengalaman Provinsi Banten menunjukkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan KAI untuk memperluas pembangunan perkeretaapian hingga wilayah selatan Banten.

Upaya tersebut mencakup rencana pengaktifan kembali jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan guna membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan akses ke kawasan pariwisata.

“Kereta api memiliki pengaruh besar bagi pertumbuhan wilayah. Setiap simpul perkeretaapian yang aktif berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Andra Soni, dalam keterangan tertulisnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Fokus utamanya adalah penguatan ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi dan integrasi kawasan.

Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan pendekatan Transit Oriented Development.

Stasiun ini memiliki luas bangunan 3.198 meter persegi dan kapasitas pelayanan hingga 20.000 penumpang per hari.

Operasionalnya didukung frekuensi perjalanan Commuter Line dengan selang waktu 5–10 menit, fasilitas parkir, integrasi antarmoda, serta ruang pengembangan lanjutan.

Bobby menambahkan bahwa tingginya mobilitas penduduk usia produktif di Kabupaten Tangerang tercermin dari peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencapai 77,55 juta orang sepanjang 2025.

Tren tersebut menegaskan peran strategis kereta api perkotaan dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat penyangga Jakarta.

Kementerian Perhubungan menyambut positif pengoperasian Stasiun Jatake dan mendorong replikasi pola kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan perkeretaapian nasional.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penguatan transportasi publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mendukung mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Stasiun Jatake #APBN #tangerang