RADARBANYUWANGI.ID - Pemandangan indah di sepanjang Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) kian jelas dan mulai mencuri perhatian publik.
Jalan tol yang menjadi sambungan Tol Trans Jawa itu digadang-gadang akan menyuguhkan panorama alam yang berbeda dari ruas tol lainnya di Jawa Timur.
Meski belum sepenuhnya beroperasi, keindahan Tol Prosiwangi sudah banyak beredar melalui unggahan foto dan video di media sosial.
Dalam sejumlah unggahan tersebut terlihat jelas, badan tol dibangun di atas perbukitan dengan latar laut dan pegunungan yang berpadu harmonis.
Tol Prosiwangi diketahui membelah kawasan perbukitan dari Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, hingga Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Kontur wilayah yang berbukit membuat jalan tol ini berada di ketinggian tertentu, sehingga pengendara nantinya bisa menikmati pemandangan terbuka ke arah laut lepas di pesisir utara Jawa.
Tak sedikit warganet yang menyebut Tol Prosiwangi sebagai salah satu calon tol tercantik di Jawa Timur.
Perpaduan birunya laut, hijaunya perbukitan, serta lekukan jalan tol yang mengikuti kontur alam menjadi daya tarik tersendiri.
Keindahan tersebut diprediksi akan semakin lengkap dengan rencana pembangunan rest area di Tol Prosiwangi Paket 3.
Keberadaan rest area ini memberikan kesempatan bagi pengendara untuk beristirahat sejenak sambil menikmati panorama alam yang jarang ditemui di ruas tol lain.
Nantinya, pengendara tidak hanya bisa melepas lelah, tetapi juga berfoto-foto dengan latar laut dan pegunungan yang menyatu dalam satu sudut pandang.
Rest area tersebut juga direncanakan menyediakan berbagai pilihan kuliner khas daerah, sehingga pengalaman melintasi Tol Prosiwangi tidak sekadar perjalanan, tetapi juga wisata singkat.
Kawasan Tol Prosiwangi dinilai sangat estetik dan potensial menjadi ikon baru jalur transportasi di kawasan Tapal Kuda.
View laut dengan latar pegunungan yang tersaji sepanjang perjalanan diyakini akan membuat siapa pun yang melintas terpukau.
Jika telah beroperasi penuh, Tol Prosiwangi tidak hanya berfungsi sebagai jalur strategis penghubung wilayah Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi, tetapi juga menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda—menggabungkan kecepatan, kenyamanan, dan keindahan alam dalam satu lintasan. (*)
Editor : Ali Sodiqin