RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo kembali menyalurkan bantuan hewan ternak kepada buruh tani melon yang terdampak pembangunan Bandara KHR. As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Kabupaten Situbondo.
Pada tahap terbaru ini, sebanyak 250 ekor kambing dan 125 ekor sapi didistribusikan kepada para buruh tani penerima manfaat.
Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari program kompensasi kerohiman yang diberikan kepada buruh tani yang selama ini menggantungkan penghidupannya di lahan pertanian Banongan, Desa Wringin, Kecamatan Asembagus.
Lahan tersebut kini dimanfaatkan untuk kepentingan strategis pertahanan negara melalui pembangunan Bandara KASA.
Dalam skema yang telah ditetapkan sejak awal, setiap buruh tani mendapatkan satu ekor sapi dan sepasang kambing.
Bantuan ini diharapkan menjadi modal awal bagi para buruh tani untuk beralih ke sektor peternakan, setelah kehilangan mata pencaharian sebagai buruh tani melon.
Pemkab Situbondo melalui Camat Asembagus, Faishol Afandi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar tepat sasaran dan sesuai dengan data penerima yang telah diverifikasi.
“Bantuan ini tidak dibagi sekaligus, tetapi bertahap. Semua buruh tani yang terdata tetap mendapatkan haknya. Negara hadir dan memastikan tidak ada yang ditinggalkan,” ujar Faishol usai mendistribusikan bantuan di lokasi kegiatan, Banyuputih, Jumat (23/1/2026).
Faishol juga menanggapi beredarnya video di media sosial yang menampilkan seorang buruh tani mengaku belum menerima bantuan pada tahap sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan telah tercatat sebagai penerima dan masuk dalam daftar penyaluran tahap kedua.
“Distribusinya memang bertahap. Pada tahap kedua ini, yang bersangkutan termasuk penerima bantuan. Jadi tidak benar jika disebut ada buruh tani yang tidak diperhatikan,” tegasnya.
Secara keseluruhan, jumlah buruh tani penerima bantuan dalam program kompensasi tersebut mencapai 1.004 orang.
Seluruh penerima akan mendapatkan bantuan dengan skema yang sama, yakni satu ekor sapi dan sepasang kambing per orang.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan Bandara KASA tidak hanya berorientasi pada kepentingan pertahanan dan infrastruktur, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan sosial bagi masyarakat terdampak.
Sejumlah buruh tani penerima bantuan mengaku lega dan kembali memiliki harapan setelah kehilangan pekerjaan sebagai buruh tani melon.
Mereka menilai bantuan ternak tersebut dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi keluarga.
Buasim, warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, mengatakan bantuan sapi dan kambing memberinya semangat untuk bangkit.
“Saya sangat senang. Sebelumnya bingung setelah berhenti dari buruh melon. Dengan bantuan sapi dan kambing ini saya bisa punya semangat lagi. Harapannya Situbondo lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ahmad Ferdi, warga Desa Asembagus. Selain menerima satu ekor sapi dan sepasang kambing, ia juga kini bekerja sebagai kuli bangunan di area pembangunan bandara.
“Alhamdulillah, saya dapat satu sapi dan dua kambing. Dengan bantuan ini keluarga saya bisa beternak,” pungkasnya.
Pemkab Situbondo berharap bantuan tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan secara produktif, sehingga buruh tani terdampak pembangunan Bandara KASA dapat kembali mandiri dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan. (*)
Editor : Ali Sodiqin