Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Fungsional Ambarawa–Bawen Dipantau Radar, Keselamatan Jadi Syarat Utama Operasional

Ali Sodiqin • Senin, 26 Januari 2026 | 18:30 WIB
Tol fungsional Ambarawa–Bawen dipantau radar dan traffic counting. Pemerintah menegaskan keselamatan jadi syarat utama operasi saat Lebaran.
Tol fungsional Ambarawa–Bawen dipantau radar dan traffic counting. Pemerintah menegaskan keselamatan jadi syarat utama operasi saat Lebaran.

RADARBANYUWANGI.ID - Pengoperasian tol fungsional Seksi 6 Ambarawa–Bawen terus dimatangkan menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

Aspek keselamatan dan pengaturan lalu lintas menjadi perhatian utama pemerintah bersama badan usaha jalan tol agar keberadaan jalur fungsional ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Untuk mendukung pengaturan lalu lintas, Jasa Marga akan memasang radar dan perangkat traffic counting di sejumlah titik strategis.

Perangkat tersebut berfungsi memantau volume kendaraan sebelum memasuki jalur tol fungsional, sehingga arus lalu lintas dapat dikendalikan secara real time.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, pemasangan radar dan traffic counting menjadi bagian dari upaya antisipasi lonjakan kendaraan, khususnya di sekitar Bawen yang diprediksi menjadi simpul pertemuan arus dari berbagai arah.

“Kami akan memasang radar dan traffic counting untuk memantau volume kendaraan sebelum memasuki jalur fungsional. Prediksi kendaraan keluar Bawen sekitar 18 ribu kendaraan per hari, dengan rata-rata 1.200 kendaraan per jam. Ini masih sangat memungkinkan untuk diatur,” terang Rivan.

Menurutnya, data lalu lintas yang terekam akan menjadi dasar pengambilan keputusan cepat di lapangan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

Keselamatan Jadi Syarat Mutlak

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan bahwa keselamatan merupakan syarat utama sebelum tol fungsional dioperasikan.

Pemerintah tidak akan memberikan izin pengoperasian jika standar keselamatan belum terpenuhi.

Tol fungsional Seksi 6 Ambarawa–Bawen dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya pengguna jalan yang menuju Temanggung dan Magelang, karena dapat memangkas waktu tempuh dan mengurangi kepadatan di jalan arteri.

“Kami memastikan sarana dan prasarana memenuhi standar keselamatan. Tol tidak akan dioperasionalkan secara fungsional jika standar minimal keselamatan jalan belum terpenuhi,” tegas Aan.

Ia menambahkan, pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi perkerasan jalan, rambu dan marka, penerangan, hingga kesiapan petugas di lapangan.

Semua aspek tersebut harus memenuhi ketentuan sebelum tol fungsional digunakan oleh masyarakat.

Dukungan Jasa Raharja

Dari sisi perlindungan pengguna jalan, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengoperasian tol fungsional dan penerapan rekayasa lalu lintas.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Keselamatan transportasi menjadi prioritas utama. Dengan dua upaya besar ini, kami berharap dapat meningkatkan keselamatan pemudik sekaligus menurunkan angka kecelakaan, baik dari sisi jumlah kejadian maupun fatalitas,” ujarnya.

Menurut Awaluddin, sinergi antara pengelola jalan tol, regulator, dan pemangku kepentingan lain menjadi kunci agar pengoperasian tol fungsional berjalan aman dan lancar.

Pemantauan lalu lintas berbasis teknologi juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan.

Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran

Pengoperasian tol fungsional Ambarawa–Bawen menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat Lebaran.

Dengan dukungan perangkat pemantauan, pengawasan keselamatan yang ketat, serta rekayasa lalu lintas yang terukur, jalur ini diharapkan dapat menjadi alternatif efektif bagi pemudik.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas di atas segalanya.

Tol fungsional hanya akan dibuka jika seluruh persyaratan teknis dan keselamatan benar-benar terpenuhi, demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #Libur Lebaran #lebaran 2026 #bawen #tol dibuka fungsional #ambarawa