RADARBANYUWANGI.ID - Upaya pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascabencana terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melalui Tim Trauma Healing yang melibatkan Biro SDM Polda Jabar bersama Polres Cimahi. Kegiatan pendampingan psikologis ini digelar bagi anak-anak korban longsor dan banjir bandang di Kabupaten Bandung Barat pada Minggu, 25 Januari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu anak-anak yang terdampak langsung bencana alam. Fokus utama trauma healing ini adalah menekan dampak psikologis yang berpotensi muncul, seperti rasa takut, cemas, hingga trauma berkepanjangan akibat peristiwa bencana.
Lokasi dan Peserta Trauma Healing
Pelaksanaan kegiatan trauma healing berlangsung di sebuah masjid yang berada di belakang Kantor Desa Pasir Langgu, Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini dipilih agar mudah dijangkau oleh warga sekitar yang terdampak bencana.
Sebanyak kurang lebih 80 anak korban longsor dan banjir bandang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari keluarga yang secara langsung merasakan dampak bencana, baik dari sisi kerusakan lingkungan maupun tekanan psikologis yang muncul setelah kejadian.
Penjelasan Resmi Polda Jabar
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini dirancang secara khusus untuk membantu anak-anak pulih secara mental dan emosional.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma pascabencana. Oleh karena itu, pendampingan psikologis sejak dini dinilai sangat penting agar dampak psikologis tidak berkembang menjadi gangguan jangka panjang.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan trauma healing ini, anak-anak dapat sedikit meringankan syok dan trauma yang mereka alami akibat longsor,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan kembali rasa aman dan tenang bagi anak-anak setelah mengalami peristiwa yang mengganggu kondisi psikologis mereka. “Selain itu, kami juga berharap anak-anak ini bisa kembali merasa aman dan lebih tenang setelah mengalami peristiwa tersebut,” tuturnya.
Metode Pendampingan Psikologis
Dalam pelaksanaannya, Tim Trauma Healing Polda Jabar menggunakan pendekatan yang ramah anak dan sesuai dengan kebutuhan psikologis mereka. Berbagai metode diterapkan agar anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan selama kegiatan berlangsung.
Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain konseling kelompok, permainan edukatif, serta kegiatan relaksasi sederhana. Permainan dan aktivitas tersebut dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka, membangun kembali rasa percaya diri, serta mengurangi ketegangan emosional akibat pengalaman traumatis.
Pendekatan ini diharapkan mampu membantu anak-anak bangkit secara perlahan dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan yang lebih positif.
Antusiasme Masyarakat Setempat
Kegiatan trauma healing ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Pasir Langgu dan sekitarnya. Para orang tua mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan psikologis bagi anak-anak mereka, yang selama ini menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan kecemasan pascabencana.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana, agar pemulihan mental anak-anak dapat berjalan optimal.
Melalui kegiatan trauma healing ini, Polda Jabar menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memberikan perlindungan dan kepedulian sosial bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa di tengah situasi yang penuh tantangan.
Editor : Lugas Rumpakaadi