Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Longsor Pasirlangu Belum Usai, Wagub Jabar Ungkap Fakta Alih Fungsi Lahan

Lugas Rumpakaadi • Senin, 26 Januari 2026 | 10:43 WIB
Pencarian korban longsor Pasirlangu terus berlanjut.
Pencarian korban longsor Pasirlangu terus berlanjut.

RADARBANYUWANGI.ID - Upaya pencarian korban longsor yang belum ditemukan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga kini terus dilakukan secara intensif. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh unsur terkait tetap bersinergi demi mempercepat proses pencarian sekaligus penanganan dampak bencana.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan bahwa pencarian melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga para relawan. Seluruh personel bekerja di lapangan dengan memaksimalkan kondisi cuaca yang saat ini relatif mendukung.

“Saat ini kami terus bekerja. Semua unsur turun ke lapangan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Insyaallah, dengan cuaca yang mendukung, pencarian bisa dilanjutkan secara maksimal,” ujar Erwan saat meninjau langsung lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Minggu (25/1/2026).

Selain fokus pada penanganan darurat, Erwan menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menindak tegas dugaan pelanggaran alih fungsi lahan yang dinilai menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor. Kawasan terdampak diketahui merupakan lahan Perhutani yang seharusnya difungsikan sebagai hutan lindung.

“Ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kita akan kembalikan hijau, kita kembalikan sesuai fungsinya, yaitu hutan,” tegasnya.

Terkait warga terdampak, pemerintah memastikan akan segera menyiapkan relokasi ke lokasi yang benar-benar aman. Penentuan lokasi relokasi akan dilakukan melalui kajian mendalam bersama berbagai pihak agar tidak menimbulkan risiko bencana baru di kemudian hari.

“Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” jelas Erwan.

Pemprov Jawa Barat juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan bagi warga terdampak, termasuk dalam penyediaan layanan pemulihan trauma. Pendampingan psikologis dinilai penting untuk membantu warga bangkit dari dampak emosional akibat bencana longsor.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, turut hadir dan menekankan pentingnya penyediaan hunian bagi warga terdampak. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.

“Kalau bisa langsung hunian tetap, itu lebih baik. Namun jika membutuhkan waktu, hunian sementara sangat penting agar warga bisa kembali hidup normal bersama keluarganya dan mengurangi tekanan psikologis,” ujar Pratikno.

Ia menambahkan bahwa penanganan bencana harus menjadi momentum untuk membangun daerah yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga memperbaiki tata kelola lingkungan, ekonomi, pendidikan, serta infrastruktur agar lebih aman ke depannya.

“Bencana ini harus menjadi pelajaran. Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pasirlangu #pemprov jabar #longsor