RADARBANYUWANGI.ID - Korlantas Polri memastikan Jalan Tol Fungsional Yogya–Solo ruas Prambanan–Purwomartani siap difungsikan sebagai jalur pendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan usai pengecekan langsung bersama para pemangku kepentingan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, ruas tol fungsional tersebut telah dipersiapkan secara matang guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Fokus peninjauan meliputi kesiapan teknis jalan tol hingga skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan di koridor Prambanan–Purwomartani.
“Hari ini kita memastikan kembali. Tahun lalu ruas dari Prambanan menuju Purwomartani belum kita fungsionalkan, dan kali ini sudah kita pastikan siap sehingga skenario rekayasa lalu lintas dapat kita persiapkan,” jelas Irjen Pol Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1/2026).
Skema Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Saat melakukan pengecekan di Gerbang Tol Prambanan pada Jumat (23/1/2026), Irjen Pol Agus menyampaikan bahwa Korlantas Polri bersama jajaran Polda Jawa Tengah dan Polda DIY telah menyiapkan skema khusus pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran.
Wilayah yang menjadi perhatian utama adalah titik-titik exit tol yang berpotensi mengalami kepadatan, terutama pada puncak arus mudik dan arus balik di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.
“Korlantas bersama jajaran Polda Jawa Tengah dan Polda DIY sudah siap. Pada saat Operasi Ketupat nanti, tol fungsional dari Prambanan menuju Purwomartani dipastikan akan difungsionalkan,” tegasnya.
Jasa Marga Siapkan Jalur Alternatif Strategis
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa ruas Prambanan–Purwomartani dengan panjang sekitar 20 kilometer telah siap digunakan sebagai jalur alternatif strategis.
Keberadaan ruas tol fungsional ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya selama periode Lebaran 2026 di kawasan Yogyakarta.
“Pada Lebaran tahun ini kami menyiapkan tol fungsional yang berbeda dari tahun lalu, yaitu ruas Prambanan–Purwomartani. Ruas ini diperkirakan mampu mengurai kepadatan lalu lintas dari Prambanan hingga Kalasan,” ujar Rivan.
Ia mengungkapkan bahwa progres pembangunan ruas tol tersebut telah mencapai sekitar 95 persen.
Seluruh pekerjaan konstruksi utama, termasuk struktur elevated, telah rampung dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir menjelang pengoperasian fungsional.
Beberapa segmen at-grade serta fasilitas operasional memang masih dalam tahap finishing.
Namun secara keseluruhan, Jasa Marga memastikan ruas Prambanan hingga Purwomartani sudah siap difungsionalkan untuk mendukung arus Lebaran.
Pemantauan Arus Kendaraan Diperketat
Untuk mendukung pengendalian arus lalu lintas, Jasa Marga akan menambah perangkat pemantauan berupa kamera traffic counting dan radar.
Perangkat ini digunakan untuk memantau bangkitan arus kendaraan, termasuk pergerakan dari arah Jakarta dan jalur Trans Jawa.
Rivan memaparkan, volume lalu lintas harian di kawasan Prambanan saat ini berada di kisaran 15 ribu kendaraan per hari.
Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 25 ribu kendaraan per hari saat puncak arus mudik Lebaran 2026.
“Oleh karena itu, kami bersama Korlantas akan menyesuaikan pengaturan lalu lintas berdasarkan traffic counting dari jalan tol maupun jalan arteri, agar rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara tepat,” katanya.
Sleman Bersiap Hadapi Dampak Pembukaan GT Purwomartani
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dibukanya Gerbang Tol Purwomartani pada momentum Lebaran 2026.
Kesiapan infrastruktur dan pengaturan lalu lintas menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebutkan, sejumlah aspek krusial harus dipersiapkan dengan matang.
Mulai dari kondisi jalan utama, jalur alternatif, hingga pengaturan lalu lintas di sekitar gerbang tol.
“Tentu infrastruktur jalan, kemudian aturan lalu lintasnya, kemudian jalur-jalur alternatif betul-betul harus kita siapkan,” ujar Harda.
Harda meyakini pembukaan GT Purwomartani akan berdampak langsung pada meningkatnya arus kunjungan ke wilayah Sleman, sebagaimana yang pernah terjadi saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal positif, terutama dari sisi ekonomi daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur harus menjadi prioritas utama agar lonjakan kendaraan tidak memicu persoalan kemacetan.
“Ini pertanda baik bagi kami, namun Sleman juga harus siap bagaimana menata infrastruktur kami, sehingga lalu lintas nanti bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Dari sisi ekonomi, Harda menilai dibukanya Gerbang Tol Purwomartani akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan usaha pendukung.
“Dukungan untuk wilayah kami berkembang lebih baik, utamanya dari sisi ekonomi, sangat nyata. Karena akses ke Sleman menjadi lebih mudah, dekat, dan lancar,” pungkasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin