RADARBANYUWANGI.ID - Masyarakat Jabodetabek diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Jakarta dan wilayah penyangganya sejak dini hari.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menuturkan bahwa berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bekasi menjadi titik awal pergerakan hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi tersebut diprediksi meluas dan berdampak pada sebagian besar wilayah Jakarta.
“Hujan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak pukul 00.10 WIB berpotensi meluas ke wilayah Jakarta Pusat, Utara, Timur, Selatan, dan Barat,” ujar Yohan.
Wilayah Jabodetabek yang Berpotensi Terdampak
Di Kota Bekasi, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang diperkirakan terjadi di Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, serta wilayah sekitarnya.
Sementara itu, sejumlah wilayah di Jakarta diprediksi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, meliputi:
- Jakarta Pusat: Gambir, Sawah Besar, Menteng, Tanah Abang, Johar Baru
- Jakarta Utara: Tanjung Priok, Kelapa Gading, Cilincing
- Jakarta Barat: Cengkareng, Kebon Jeruk, Kembangan
- Jakarta Timur: Jatinegara, Duren Sawit, Cakung
- Jakarta Selatan: Tebet, Setiabudi, Pancoran
Selain Jakarta dan Bekasi, wilayah Bogor dan sekitarnya seperti Gunung Putri, Cisarua, Megamendung, serta Bogor Timur dan Selatan juga diperkirakan terdampak hujan.
BPBD mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di kawasan rawan genangan agar tetap waspada, mengingat cuaca buruk diperkirakan bertahan hingga menjelang subuh.
Untuk kebutuhan darurat, warga dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga di nomor 112.
Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Meluas Nasional
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem secara nasional pada 24 Januari 2026.
Fenomena ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia serta aktivitas beberapa bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia yang meningkatkan kecepatan angin dan pembentukan awan hujan.
BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di jalur utama berikut:
- Pulau Jawa: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur
- Bali dan Nusa Tenggara: Terutama wilayah pesisir
- Sumatra bagian selatan dan Papua: Berpotensi terjadi badai petir akibat awan konvektif
Wilayah Jawa Timur menjadi salah satu titik perhatian utama.
Kecepatan angin saat badai petir dapat mencapai 26–30 km/jam, khususnya di Malang Raya, Blitar, dan Madura.
Di sektor perairan, angin barat hingga barat laut dengan kecepatan 10–37 knot meningkatkan risiko gelombang tinggi.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG mencatat bahwa cuaca ekstrem dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor atmosfer, antara lain:
- Aktivitas Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dengan potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 48–72 jam
- Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria
- Penguatan Monsun Asia disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS)
- Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin
Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah selatan Indonesia seperti Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Imbauan Keselamatan bagi Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, antara lain:
- Menghindari area rawan seperti pohon besar, papan reklame, dan tiang listrik
- Tidak berteduh di bawah bangunan semi permanen saat angin kencang
- Nelayan dan operator kapal diminta memantau informasi maritim sebelum berlayar
- Memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, dan media sosial @infoBMKG
BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) untuk membantu masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan darat, laut, dan udara.
Editor : Lugas Rumpakaadi